Travel

Dipaksa Bersihkan Pantat Penumpang di Kamar Mandi, Pramugari Akui Trauma

Permintaan penumpang tersebut sudah kelewatan

Rauhanda Riyantama | Amertiya Saraswati

Ilustrasi penumpang pesawat (Unsplash/chosyeon)
Ilustrasi penumpang pesawat (Unsplash/chosyeon)

Guideku.com - Insiden tak mengenakkan yang terjadi di maskapai EVA Air dalam penerbangan rute Los Angeles ke Taiwan tengah ramai menjadi obrolan di dunia maya.

Dalam penerbangan maskapai asal Taiwan tersebut, dikabarkan bahwa seorang penumpang obesitas asal Amerika telah mengajukan permintaan yang tidak masuk akal kepada pramugari EVA Air.

Dirangkum Guideku.com dari berbagai sumber, insiden dimulai saat penumpang yang memiliki berat sekitar 200 kg tersebut meminta tolong untuk dibantu ke kamar mandi karena baru-baru ini tangannya dioperasi.

Saat itu, tiga orang pramugari pun membantunya untuk berjalan ke kamar mandi kelas bisnis. Namun, pria tersebut kemudian berkata bahwa dia butuh bantuan untuk menurunkan celananya.

Ilustrasi Toilet (Pixabay/kropekk_pl)
Ilustrasi Toilet (Pixabay/kropekk_pl)

 

Dimintai tolong seperti itu, sang pramugari pun awalnya menolak. Di sisi lain, penumpang tadi mengancam bahwa dirinya akan buang kotoran di celana jika tidak dibantu.

Akhirnya, pramugari tadi pun setuju dan bermaksud untuk menutupi kemaluan si penumpang dengan selimut sebelum menurunkan celananya. Namun, di luar dugaan, si penumpang malah menampar tangan pramugari tersebut dan meminta selimut disingkirkan.

Tak berhenti sampai di sana, penumpang ini meminta agar pintu kamar mandi dibuka selama dia buang air karena dia merasa susah bernapas.

Setelahnya, dia pun menuntut pramugari tadi untuk mengelap pantatnya. Sang pramugari bahkan dipaksa untuk mengelap berulang kali sampai penumpang tersebut merasa puas.

Ilustrasi Perempuan Trauma (Pixabay/Counselling)
Ilustrasi Perempuan Trauma (Pixabay/Counselling)

 

Akibat dari terjadinya insiden tersebut, pramugari yang bersangkutan pun mengaku trauma baik secara fisik dan mental. Dia bahkan sempat menangis dan muntah-muntah di kamar mandi pesawat setelahnya.

Pada akhirnya, pramugari itu pun membawa masalah ini ke media sosial sebelum akhirnya menggelar konferensi pers.

''Aku tidak akan bisa melupakannya. Dengan kotorannya masih di toilet, aku tidak bisa pergi kemana-mana. Aku merasa trauma setiap mengingatnya.''

Tak hanya itu, para pramugari EVA Air pun kini menuntut agar perusahaan mereka lebih melindungi hak-hak karyawan dan juga merekrut pramugara.

Sementara itu, EVA Air sendiri telah menyatakan bahwa pramugari mereka tidak memiliki kewajiban untuk mengikuti tuntutan penumpang jika dirasa tidak masuk akal.

 

Berita Terkait

Berita Terkini