Travel

Kapal Wisata Terbalik, 2 Pelajar SD Meninggal Dunia

Kecelakaan kapal wisata di kawasan Pantai Rutah mengakibatkan dua pelajar SD meninggal dunia.

Dany Garjito

Ilustrasi kapal. (Pexels/Oliver Sjöström)
Ilustrasi kapal. (Pexels/Oliver Sjöström)

Guideku.com - Dua pelajar SD berusia 8 tahun dan 10 tahun ditemukan tewas tenggelam saat berekreasi di kawasan wisata Pantai Rutah, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (10/2/2019).

"Tim SAR belum sempat diturunkan ke lokasi kejadian, karena masyarakat yang sigap di sekitar lokasi wisata pantai ini langsung melakukan upaya pertolongan dan pencarian," ungkap Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin, di Ambon, Minggu (10/2).

Dikutip dari Antara--Jaringan Suara.com, dua bocah yang jadi korban tewas bernama Joshua Seipara (8 tahun) dan Aldino Pattiasina (10). Kedua korban berdomisili di Desa Layeni, Kecamatan Teon Nila Sarua (TNS).

Menurut Muslimin, peristiwa kecelakaan laut itu terjadi pada Minggu (10/2), sekitar pukul 12.00 WIT, bertempat di lokasi Pantai Wisata Negeri Rutah, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Insiden tersebut menyebabkan tenggelamnya beberapa orang, serta mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Saat itu, menurut Muslimin, rombongan keluarga bersama beberapa masyarakat dari Waipia datang ke lokasi wisata. Mereka kemudian menyewa perahu berbodi fiber ukuran 4 meter, yang diketahui milik saksi Silaiman Mahali alias Aldi (23) yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan dan beralamat di Dusun Haruo, Negeri Rutah.

Perahu itu disewa untuk mengangkut penumpang sebanyak 15 orang. Kemudian, mereka mengitari laut Rutah dengan menggunakan perahu tersebut, di kawasan yang berjarak kurang lebih sekitar 150 meter dari pesisir pantai, namun ketika berbelok perahu itu langsung terbalik.

BACA JUGA:

Kisah Sedih di Balik Kostum Badut Doraemon di Pantai, Dijamin Bikin Mewek

Pengalaman Naik Kapal Pesiar, Pergoki Kru yang Sedang Bercinta

Warga di sekitar lokasi yang menyaksikan insiden tersebut, langsung melakukan upaya pertolongan, dan mengevakuasi para penumpang ke pesisir pantai.

Menurut Muslimin, terdapat upaya unsur aparat keamanan di lokasi kejadian, yakni membawa para korban ke Puskesmas Amahai untuk mendapatkan perawatan. Aparat juga mengamankan pemilik kapal bodi fiber untuk dimintai keterangan, serta berkoordinasi dengan keluarga korban atas insiden yang terjadi. [Antara]

SUARA.com/Arsito Hidayatullah

*Featured image by Oliver Sjöström, Instagram: @ollivves, Website: ollivves.com  

Berita Terkait

Berita Terkini