Travel

Ngangenin Banget, Ini 5 Potret Suasana Pasar Beringharjo di Yogya

Suasananya yang Yogyakarta banget membuat siapa saja rindu kembali ke Pasar Beringharjo.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Pasar Beringharjo. (Guideku/Arendya)
Pasar Beringharjo. (Guideku/Arendya)

Suasananya yang Yogyakarta banget membuat siapa saja rindu kembali ke Pasar Beringharjo.

Guideku.com - Menjadi salah satu destinasi wisata dan ikon Kota Yogyakarta, Pasar Beringharjo bisa dikatakan tak pernah sepi pembeli.

Pasar Beringharjo ini juga menjadi cikal bakal pesatnya pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta, sejak tahun 1925 silam.

Pasar tradisional ini dahulu berupa hutan beringin nan lebat di tengah Yogyakarta. Adanya Pasar Beringharjo ini juga tak lama hadir setelah Keraton Yogyakarta.

Sebelum dibangun los-los pasar berupa bangunan tetap, kawasan Beringharjo ini di tahun 1758 telah menjadi pusat atau tempat transaksi warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Nama Pasar Beringharjo ini ditetapkan saat Sri Sultan Hamengkubuwono VII bertahta, tepatnya pada tanggal 24 Maret 1925 silam.

Menariknya lagi, Pasar Beringharjo ini telah melewati fase kerajaan, penjajahan, dan kemerdekaan lho

Perpaduan bangunan berarsitektur tradisional Jawa dan kolonial begitu melekat di setiap sudut Pasar Beringharjo.

Hampir sebagian besar wisatawan pasti mewajibkan diri untuk mampir berbelanja oleh-oleh mulai dari makanan hingga batik di Pasa Beringharjo.

Belum lagi, terdapat kuliner tradisional khas Yogyakarta dijual di Pasar Beringharjo.

Warganya yang begitu ramah dan hangat, kuliner lezatnya, dan harga barang cenderung murah ini kerap dirindukan oleh wisatawan.

Banyak wisatawan khususnya yang tinggal di luar Pulau Jawa ingin kembali ke Yogyakarta untuk melepas rindu.

Berikut Guideku.com bagikan potret ramainya Pasar Beringharjo yang pasti membuat Anda rindu untuk kembali ke Yogyakarta.

 

Berita Terkait

Berita Terkini