Travel

Mau Pantau Penyebaran Virus Corona? Cek di Sini

Peta persebaran Virus Corona ini dirilis para peneliti dari Center For Systems Science and Engineering at Johns Hopkins University.

Dany Garjito

Ilustrasi melihat peta digital. (Pexels/Retha Ferguson)
Ilustrasi melihat peta digital. (Pexels/Retha Ferguson)

Guideku.com - Para ilmuwan Amerika Serikat merancang peta digital yang berguna untuk memantau penyebaran Virus Corona secara real-time.

Peta persebaran Virus Corona ini dirilis para peneliti dari Center For Systems Science and Engineering at Johns Hopkins University. Meski belum lama dibuat, peta ini sudah menunjukkan peningkatan angka penyebaran Virus Corona .

"Sangat penting bagi publik untuk memahami situasi perkembangan Virus Corona saat ini menggunakan data transparan," terang Profesor Civil and System Engineering, Lauren Gardner, seperti dikutip dari laman PBS, Minggu (26/1/2020).

Merujuk pada data yang ditunjukkan oleh peta, saat ini infeksi Virus Corona sudah membuat 555 orang yang tersebar di seluruh dunia harus dirawat di rumah sakit.

Kasus menggemparkan ini berawal dari Wuhan, China, tepatnya bermula dari pasar hewan. Di luar Negeri Tirai Bambu, kasus serupa juga ditemui di Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

Gardner melanjutkan, peta ini merupakan kumpulan kasus yang dilaporkan dan didapatkan dari sumber lokal. Peta ini dibuat tanpa permodelan apapun.

Dalam membuat peta persebaran Virus Corona, Gardner dan timnya mengumpulkan dan menyusun laporan dari berita media China. Selanjutnya, laporan-laporan itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan lokasinya dipetakan. Saat ada laporan baru, peta tersebut langsung diperbarui.

Website pemantau Virus Corona. [gisanddata.maps.arcgis.com]
Website pemantau Virus Corona. [gisanddata.maps.arcgis.com]

"Sayangnya, karena banyak pusat kesehatan komunitas yang belum tahu mengenai virus korona, agak sulit untuk memperbarui data pada peta," imbuhnya.

Agar data yang ditampilkan selalu aktual, Gardner dan tim bergantung pada data milik organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Center Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, CDC China, NHC, dan Dingxiangyuan.

Sebagai informasi, Dingxiangyuan merupakan sebuah website yang mengumpulkan NHC dan laporan CCDC lokal secara real-time untuk memberikan prediksi kasus dengan lebih detail.

SUARA.com/Tivan Rahmat

Berita Terkait

Berita Terkini