Travel

16 November, Museum Vagina Pertama di Dunia Siap Dibuka

Wah, kira-kira isinya apa aja ya?

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Ilustrasi museum (Pixabay/12019)
Ilustrasi museum (Pixabay/12019)

Guideku.com - Sejak melakukan penggalangan dana pada paruh awal 2019, Vagina Museum di London akhirnya mengumumkan rencana peresmian mereka pada 16 November mendatang.

Dari penggalangan dana tersebut, museum ini berhasil mengumpulkan dana sekitar 62 ribu dollar AS atau setara Rp 878 juta dari target dana sekitar Rp 5 miliar. Meski belum mencapai target awal, dana yang terkumpul dirasa cukup untuk membuka pameran perdana mereka.

Rencananya, museum vagina pertama di dunia ini akan dibuka sementara di Camden Market London dengan pameran bertajuk: "Muff Busters: Vagina Myths and How to Fight Them."

Melalui museum vagina tersebut, sang pendiri Florence Schechter menuturkan keinginannya memberikan pengenalan lebih jauh menyoal alat kelamin wanita pada para pengunjung.

"Semua orang harus menghapus stigma tabu tentang vagina, mereka harus belajar dan mengetahuinya. Tak peduli kamu memiliki vagina maupun tidak," ungkap Florence seperti dikutip Suara.com dari Insider.

Melalui museum tersebut, ia berharap meningkatkan kesadaran banyak orang sehingga masyarakat tak lagi perlu malu membahas alat kelamin yang kerap distigmatisasi tersebut.

Sebab stigma itu pula, tidak sedikit wanita terlambat memperoleh pertolongan ketika mereka membutuhkan bantuan terkait persoalan genital.

(Instagram Vagina Museum)
(Instagram Vagina Museum)

Para pengunjung yang menyambangi Vagina Museum akan disuguhkan beragam karya seni macam rajutan, lukisan, patung, hingga keramik yang mengangkat tema seputar vagina.

Dari sederet karya tersebut, kita dapat mempelajari keterlibatan vagina dalam ranah sejarah dan budaya manusia.

(Wikimedia Commons Vagina Museum)
(Wikimedia Commons Vagina Museum)

 

Para pengunjung akan diperkenalkan soal ilmu genital macam anatomi vagina, menopause, menstruasi, identitas gender, female genital mutilation (FGM), kekerasan seksual hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Vagina Museum juga akan menjajakan beragam workshop dari pelatihan P3K, merajut hingga menyulam serta beragam pertunjukan seru dari teater, tari, musik, hingga membaca puisi.

Berita Terkait

Berita Terkini