Event

Sekali Pecut, Satu Panggung Jathilan Ambruk, Ini Videonya

Video 'pecut sakti' ini berhasil direkam salah satu penonton jathilan.

Dany Garjito

Ilustrasi pecut. (Unsplash/Parker Gibbons)
Ilustrasi pecut. (Unsplash/Parker Gibbons)

Guideku.com - Video viral hari ini soal video pecut jathilan yang bikin roboh panggung. Antara kocak tapi kasian juga setelah melihat video ini. 

Video 'pecut sakti' ini berhasil direkam salah satu penonton jathilan dan dibagikan oleh akun Facebook Adi Eko Syaputra. Meskipun sangat disayangkan videonya miring, jadi mon maap kalau leher kamu jadi sakit.  

Dalam video ini terlihat sedang ada pertunjukkan jathilan atau kuda lumping.  Lalu ada seorang yang membawa pecut lalu dengan semangat melancarkan lecutan ke tanah.

Seketika pecut dilecut, seketika itu pula panggung roboh.

Tentu saja peristiwa itu mendapat berbagai komentar dan mengundang gelak tawa warganet meski banyak yang bilang itu hanya kebetulan, namun tidak sedikit pula yang percaya kesaktian dari pecut tersebut.


''Maybe kalo yg bgian dpan rubuh baru percaya karna pecut,,, kalo bgian blkang karna berat beban kali ya,'' seru warganet.

''The power of timing ,'' seru akun lainnya.

Nah, apa sih jathilan atau kuda lumping? Yuk kenal lebih dekat jathilan atau kuda lumping, seperti dilansir dari Suara.com berikut.

Apa itu jathilan?

Pernah melihat penari kuda lumping makannya beling? Ya itu benar adanya. Menilik asal katanya, jathilan berasal dari kalimat berbahasa Jawa ''jaranne jan thil-thilan tenan,'' yang jika artinya ''kudanya benar-benar joget tak beraturan.''

Joget tak beraturan (thil-thilan) ini memang bisa dilihat pada kesenian jathilan khususnya ketika para penari telah kerasukan.

Tarian Jathilan atau kuda lumping merupakan sebuah tarian menggunakan properti kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu serta ditunggangi oleh seorang penari yang dirasuki kekuatan ghaib.

Jathilan dikisahkan menjadi sebuah kesenian yang menceritakan perjuangan Raden Patah dibantu Sunan Kalijaga dalam melawan penjajahan Belanda.

Sebagaimana yang dikisahkan, Sunan Kalijaga adalah sosok yang acap menggunakan budaya, tradisi dan kesenian sebagai sarana pendekatan kepada rakyat, maka cerita perjuangan dari Raden Patah itu digambarkan kedalam bentuk seni tari jathilan.

Dalam penampilannya, biasanya tarian ini diiringi oleh alat musik tradisional seperti gong, kenong, kendang, dan juga slompret.

Tarian ini punya makna penting bagi kehidupan manusia.

Di Ponorogo misalnya, kehadiran roh ditandai dengan salah satu penari yang berubah sikap menjadi lebih bringas dan biasa disebut sebagai warok. Lawan dari warok adalah gemblakan.

Dari keduanya, masing-masing digambarkan sebagai singa hitam untuk warok, sedangkan merak untuk gemblakan. Saat pagelaran Kuda Lumping berlangsung, terjadilah pertarungan antara warok dan gemblakan.

Hubungan antara warok dan gemblakan inilah yang diibaratkan sebagai sifat-sifat manusia. Ada yang baik dan ada pula yang jahat.

Mereka yang baik biasanya diperagakan memiliki sifat sabar, lebih rendah hati, dan senang memberi petuah-petuah. Nah, untuk mereka yang memiliki sifat jahat, akan memiliki sifat sombong, seenaknya sendiri, tamak, dan lebih liar.

Hayo kamu lebih dominan punya sifat yang mana?

SUARA.com/Ade Indra Kusuma

Artikel ini sudah dimuat di SUARA.com dengan judul: Viral Video Pecut Sakti Penari Kuda Lumping, Lihat Akibatnya!

 

Berita Terkait

Berita Terkini