Travel

Miris, 3 Kecelakaan Pesawat Ini Karena Masalah Kecil

Jangan pernah sepelekan peraturan penerbangan ya, genks!

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi roda pesawat. (Unsplash/Maxwell Ridgeway)
Ilustrasi roda pesawat. (Unsplash/Maxwell Ridgeway)

Guideku.com - Beberapa waktu yang lalu kecelakaan pesawat menimpa maskapai Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang.

Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 ini jatuh di wilyah perairan Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018.

Fakta sebenarnya menyebutkan bahwa pesawat termasuk salah satu alat transportasi paling aman sedunia lho, travelers.

Dihimpun Guideku.com dari berbagai sumber, tingkat kecelakaan pesawat hingga kini mengalami penurunan.

Jika semula pada tahun 1970 berjumlah 68 kecelakaan pesawat, kini jumlahnya hanya 39,6 setiap tahunnya.

Meskipun aman, bukan berarti kalian boleh meremehkan pesawat ya, travelers.

Kesalahan kecil, ternyata bisa berakibat fatal pada pesawat. Misalnya 3 kecelakaan pesawat yang telah dirangkum Guideku.com dari berbagai sumber di bawah ini.

1. Kecelakaan pesawat China Airlines Flight 140 pada tahun 1994

Terjadi pada 26 April 1994, kecelakaan pesawat China Airlines Flight ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah penerbangan di Cina.

Kecelakaan pesawat ini diakibatkan seorang petugas yang melakukan kesalahan ketika tengah mengaktifkan tombol go around sebelum mendarat di Jepang.

Kurang lebih 264 korban tewas sedangkan 7 orang selamat dalam tragedi kecelakaan pesawat ini.

2. Kecelakaan pesawat Turkish Airlines Flight 981 pada tahun 1974

Kecelakaan pesawat ini terjadi pada 3 Maret 1974. Setidaknya 346 penumpang, tewas dalam tragedi ini.

Insiden ini diakibatkan oleh kurang teliti dan ketidak pahaman petugas yang diberikan instruksi.

Hal ini menyebabkan kargo belakang bagian kiri pesawat meledak ketika sedang terbang.

Alhasil pilot pesawat kehilangan kendali ketika ledakan terjadi.

3. Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet RRJ-95B pada tahun 2012

Kecelakaan pesawat ini terjadi di wilayah Gunung Salak pada 9 Mei 2012. Tragedi ini mengakibatkan 45 penumpang meninggal dunia.

Masalahnya terbilang cukup sepele dalam dunia penerbangan. Yang pertama yaitu kurangnya komunikasi dengan Air Traffic Control.

Terjadinya kesalah pahaman antara pihak ATC dengan pilot pesawat.

Kedua adalah kurangnya koordinasi lalu lintas udara pada saat itu, sehingga terjadilah improvisasi tipe pesawat oleh sistem ATC.

Dan yang terakhir yaitu kurangnya pengetahuan pilot pesawat tentang keadaan dataran tinggi dan gunung salak.

Nah, itu tadi 3 kecelakaan pesawat yang berasal dari permasalahan sepele.

Semoga ketiga insiden tadi tak terulang kembali dan dapat menjadi pembelajaran bahwa hal sepele dalam penerbangan bisa sangat mematikan.

Jadi jangan pernah abaikan safety demo dari para pramugari ya, travelers.

Berita Terkait

Berita Terkini