Travel

Nyaris Setahun, Penyebab Kecelakaan Pesawat Tragis di Nepal Terungkap!

Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan.

Angga Roni Priambodo | Aditya Prasanda

Ilustrasi (Wikimedia Murad Hashan)
Ilustrasi (Wikimedia Murad Hashan)

Guideku.com - Belum lama ini penyebab kecelakaan tragis pesawat yang terjadi di Nepal bulan Maret 2018 akhirnya diungkap ke publik.

Kecelakaan pesawat tipe Bombardier Q400 Turboprop milik maskapai Bangla Airlines tersebut tercatat menewaskan sekitar 51 orang.

Kecelakaan pesawat rute Dhaka-Kathmandu ini disebut sebagai kecelakaan pesawat terburuk selama 26 tahun terakhir dalam sejarah penerbangan Nepal.

Laporan Reuters menyebut penyebab kecelakaan ditenggarai kondisi emosional sang pilot, Captain Abid Sultan yang tidak stabil.

Ilustrasi Kokpit Pesawat (Pixabay/skeeze)
Ilustrasi Kokpit Pesawat (Pixabay/skeeze)

 

Saat tengah mengudara, Abid diketahui berada dalam kondisi stress dengan keadaan emosi yang tidak stabil paska dihujam kritikan dari koleganya sesama pilot yang mempertanyakan kemampuan Abid sebagai instruktur penerbangan.

Dari hasil rekaman audio, Captain Abid terdengar terus melontarkan kekecewaannya terhadap wanita tersebut.

Tak sanggup mengontrol kemudi pesawat yang diterbangkannya, Captain Abid mendarat terlalu rendah dan melenceng dari landasan pendaratan seharusnya di Bandara Kathmandu.

Pesawat tersebut akhirnya menghantam tanah dan memicu terjadinya kebakaran. Tercatat 51 orang meninggal dunia termasuk sang pilot dan kopilot.

''Sang pilot tak sanggup melakukan manuver bersama pesawatnya. Kecelakaan tersebut juga disebabkan kelalaian pilot dan kopilot mengikuti SOP saat fase kritis terjadi,'' ungkap Buddhisagar Lamichhane, perwakilan Nepal Accident Investigation Commission yang menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat seperti dikutip Guideku.com dari Reuters.

Otoritas maskapai Bangla Airlines lantas merilis statemen resmi terkait hasil investigasi tersebut. Dalam statemennya, pihak maskapai membenarkan bahwa Captain Abid memiliki sejarah khusus dengan masalah depresi.

Bahkan ia tercatat pernah dikeluarkan dari Angkatan Udara Bangladesh pada tahun 1993 sebab depresi namun akhirnya dinyatakan layak terbang untuk penerbangan sipil.

Berita Terkait

Berita Terkini