Travel

Sejarah di Balik Taman Sari, Istana Air nan Megah di Tengah Kota Yogyakarta

Tak hanya akhir pekan, setiap harinya Taman Sari Yogyakarta ini dipadati wisatawan.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)
Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)

Guideku.com - Segudang destinasi wisata di Yogyakarta rasanya tak pernah membosankan untuk dijelajahi. Salah satu yang begitu memikat jutaan pasang mata wisatawan ialah Taman Sari.

Masih menjadi salah satu bagian dari Keraton Yogyakarta, nama Taman Sari sendiri mengandung makna 'taman yang indah'.

Bangunan bersejarah Taman Sari ini sendiri dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada 1758 Masehi. Ukiran bangunannya yang begitu khas, membuat siapa saja kagum ketika melihatnya.

Sebagai lambang kejayaan Raja Mataram, tempat nan indah ini kerap pula disebut dengan istana air.

Istana air Taman Sari, dahulu dikelilingi oleh danau buatan lengkap dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam tak jauh dari area pemandian kerajaan ini.

Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)
Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)

 

Bukan hanya sebagai tempat bersantai atau rekreasi keluarga dan kerabat kerajaan, terdapat fungsi lain dari Taman Sari di antaranya yakni sebagai tempat perlindungan serta baluwer untuk menempatkan persenjataan.

Biasanya keluarga kerajaan akan menaiki perahu untuk menuju Pulo Kenanga atau saat ini masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan Pulo Cemeti.

Dahulu, pengunjung bisa melihat Kota Yogyakarta dari atas Pulo Cemeti.

Namun sekitar tahun 2009, akses menuju bagian atas Pulo Cemeti ditutup dengan alasan keselamatan pengunjung dan wisatawan.

Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)
Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)

 

Kemudian fungsi lain dari Taman Sari ini adalah sebagai tempat meditasi sultan, tepatnya pada bagian Pulo Panembung dan Sumur Gemuling.

Sumur Gemuling sendiri terletak di bagian Barat Pulo Kenanga (Pulo Cemeti). Dahulu, Sumur Gemuling ini memiliki fungsi sebagai masjid yang hanya bisa dicapai melalui terowongan bawah air atau biasa disebut urung-urung.

Terdapat dua lantai di dalam Sumur Gemuling ini, masing-masing memiliki ceruk yang dijadikan sebagai mihrab, tempat imam memimpin ketika ibadah berlangsung.

Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)
Taman Sari di Yogyakarta. (Arendya/Guideku)

 

Pada pusat bangunan yang dahulu merupakan masjid ini, terdapat empat tangga undakan. Keempat undakan ini lantas bertemu di bagian tengah.

Nah, di bawah undakan inilah terdapat kolam kecil yang digunakan oleh orang-orang untuk berwudhu sebelum melaksanakan shalat.

Kini Taman Sari termasuk Sumur Gemuling telah menjadi tempat wisata yang terbilang sangat populer di Yogyakarta.

Tak hanya akhir pekan, setiap harinya Taman Sari ini dipenuhi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Beralamat di Jalan Tamanan, Patehan, Kecamatan Kraton, Taman Sari Yogyakarta ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

Rincian tiket masuk Taman Sari selengkapnya bisa dicek melalui daftar di bawah berikut ini :

1. Wisatawan domestik : Rp 5.000 per orang

2. Wisatawan asing : Rp 15.000 per orang

3. Izin foto atau video menggunakan kamera : Rp 3.000 per orang

4. Foto pre wedding wisatawan asing : Rp 500.000

5. Foto sesi wisatawan asing : Rp 300.000

6. Foto produk wisatawan asing : Rp 500.000

7. Foto pre wedding wisatawan lokal : Rp 250.000

8. Foto sesi wisatawan lokal : Rp 150.000

9. Foto produk wisatawan lokal : Rp 500.000

Oh iya, harga yang berlaku di Taman Sari Yogyakarta ini sewaktu-waktu bisa berubah ya.

Jadi bagaimana? Anda siap menikmati liburan di Taman Sari Yogyakarta ini?

Berita Terkait

Berita Terkini