Event

Salut, Negara Ini Punya Hari Libur Khusus Orang Lanjut Usia

Kira-kira bisa diaplikasikan di Indonesia nggak nih?

Agung Pratnyawan | Amertiya Saraswati

Keiro no Hi, Hari Libur Khusus Orang Tua (Pixabay/jeltevanoostrum)
Keiro no Hi, Hari Libur Khusus Orang Tua (Pixabay/jeltevanoostrum)

Guideku.com - Salah satu poin menarik dari wisata ke Jepang adalah menemui aneka budaya Jepang yang unik sekaligus menarik.

Salah satunya adalah Keiro no Hi, yaitu hari libur nasional di Jepang yang dikhususkan bagi orang tua atau orang lanjut usia di Negeri Bunga Sakura ini.

Tak heran, Jepang memang merupakan salah satu negara yang memiliki banyak penduduk berusia lanjut. Jika dibandingkan dengan negara lain, kamu bisa menemukan ribuan orang yang berusia lebih dari 100 tahun di Jepang.

Keiro no Hi, Hari Libur Khusus Orang Tua (Pixabay/cegoh)
Keiro no Hi, Hari Libur Khusus Orang Tua (Pixabay/cegoh)

 

Perayaan Keiro no Hi sendiri berawal di tahun 1947. Saat itu, Keiro no Hi masih bernama Toshiyori no Hi dan dirayakan di sebuah kota kecil bernama Taka setiap 15 September.

Nah, seiring berjalannya tahun, hari libur khusus orang tua ini pun mulai tersebar ke seluruh negara Jepang. Akhirnya, hari libur ini pun ditetapkan menjadi hari libur nasional pada tahun 1966.

Namun, pada tahun 1998, Jepang mulai memperkenalkan sistem Hari Senin Bahagia. Sistem ini dibuat dengan maksud memindahkan hari libur nasional ke hari Senin sehingga para pekerja dapat menambah satu hari libur setelah Sabtu dan Minggu.

Akibatnya, perayaan Keiro no Hi pun ikut berpindah ke hari Senin. Per tahun 2003, Keiro no Hi biasanya dilakukan setiap Senin minggu ketiga bulan September.

Keiro no Hi, Hari Libur Khusus Orang Tua (Pixabay/cegoh)
Keiro no Hi, Hari Libur Khusus Orang Tua (Pixabay/cegoh)

 

Pada hari Keiro no Hi ini, orang-orang Jepang akan bekerja sama untuk mengadakan acara khusus dalam rangka membantu orang lanjut usia atau mereka yang berusia di atas 65.

Beberapa aktivitas yang mereka lakukan biasanya adalah membuat makan siang bento gratis, mengantar bingkisan berisi kebutuhan sehari-hari, mengadakan lomba atau olahraga bersama, hingga menggelar pentas seni di panti jompo.

Budaya Jepang yang satu ini memang dilakukan sebagai wujud mencintai dan menghormati orang-orang lanjut usia yang dulunya sudah berkontribusi bagi negara. Tak hanya itu, perayaan ini juga mengingatkan kita untuk selalu bersikap sopan terhadap orang tua.

Meski begitu, bukan berarti mereka lantas tidak menghormati orang tua setelah Keiro no Hi berakhir, ya!

Bagaimana? Tertarik untuk ikut mencontoh budaya Jepang yang satu ini dan belajar untuk lebih menghormati orang lanjut usia di sekelilingmu?

Berita Terkait

Berita Terkini