Food

Vodka dari Zona Eksklusi Chernobyl Siap Dijual, Amankah Untuk Diminum?

Ilmuwan berhasil membuat vodka tersebut dari gandum di Chernobyl.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Chernobyl, Ukraina (Pixabay/Amort1939)
Chernobyl, Ukraina (Pixabay/Amort1939)

Guideku.com - Meski 33 tahun sudah berlalu sejak bencana nuklir Chernobyl, daerah di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut masih mengandung radiasi berbahaya.

Dikenal dengan nama Zona Esklusi Chernobyl, area seluas 2.600 km2 di sekitar Chernobyl tersebut dilarang untuk ditinggali dan diakses publik karena terkontaminasi radioaktif.

Bahkan, ada pula yang menyebutkan jika area tersebut akan terus terabaikan hingga 20.000 tahun mendatang.

Namun, belum lama ini, beberapa ilmuwan dari University of Portsmouth menyebutkan jika mereka berhasil membuat vodka menggunakan bahan-bahan yang diambil dari Zona Eksklusi Chernobyl.

Dinamai vodka "Atomik", minuman ini diklaim aman untuk diminum oleh para ilmuwan tersebut.

Zona Eksklusi Chernobyl (Pixabay/1681551)
Zona Eksklusi Chernobyl (Pixabay/1681551)

Vodka itu sendiri ternyata merupakan bagian dari proyek penelitian di Zona Eksklusi Chernobyl. Sebelumnya, mereka meneliti apakah tumbuhan pangan bisa hidup di sana.

Menurut Jim Smith selaku ketua proyek, mereka menemukan jika tanah di sekitar Chernobyl aman untuk digunakan bercocok tanam. Namun, bahan pangan yang dihasilkan masih memiliki tingkat radiasi nuklir sedikit di atas batas aman.

Karena alasan inilah, Jim Smith dan timnya pun lantas mencoba menggunakan gandum yang mereka dapatkan untuk dijadikan vodka.

Air yang digunakan dalam pembuatan vodka pun diambil dari sumber air yang berada 10 km dari Chernobyl dan sudah bebas kontaminasi.

Sementara, proses pembuatan gandum menjadi alkohol sendiri disebut dapat memurnikan efek radiasi yang masih sedikit tersisa.

Vodka Atomik (atomikvodka.com)
Vodka Atomik (atomikvodka.com)

"Ketika kau menyuling sesuatu, banyak dari kotoran yang tersisa tertinggal di produk buangan, sementara produk finalnya lebih murni," ujarnya.

"Dan itulah yang kami temukan dalam vodka kami--kami melakukan fermentasi pada gandum, kemudian melakukan penyulingan. Kami tidak menemukan adanya radioaktif di produk akhir tersebut."

Vodka "Atomik" sendiri dikabarkan akan diproduksi dalam jumlah kecil dan dijual di tahun 2019 ini.

Nantinya, sebesar 75% dari laba penjualan Atomik juga akan disumbangkan ke komunitas yang terdampak bencana Chernobyl.

"Kupikir ini adalah botol vodka terpenting di dunia karena dapat membantu perekenomian komunitas yang tinggal di sekitar area Chernobyl," ucap Jim Smith.

Diketahui, terlepas dari larangan pemerintah, masih ada 150 orang berusia tua yang memilih untuk tetap tinggal di Zona Eksklusi Chernobyl hingga saat ini.

Sementara, turis pun dikabarkan mulai bisa berkunjung ke Chernobyl meski hanya untuk waktu singkat.

Berita Terkait

Berita Terkini