Food

Makan Karena Lupa Batalkan Puasakah? 10 Hal yang Membatalkan Puasa!

Aktivitas puasa jika dijalankan secara tepat akan membantu meningkatkan imunitas tubuh

Silfa Humairah

Ilustrasi makan. (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi makan. (Pixabay/StockSnap)

Guideku.com - Ibadah puasa tahun ini memang beda, karena dunia sedang dikepung ancaman Covid-19. Risiko penularan virus semakin nyata, sementara vaksinnya belum ditemukan.

Akibatnya, sejumlah kebijakan di berbagai negara ditetapkan demi mengurangi dan mengendalikan dampak penyebaran virus. Tidak ada lagi sholat tarawih di masjid, apalagi acara-acara yang sifatnya mengumpulkan banyak orang seperti buka bersama atau sahur bersama.

Tetap tenang ya. Beribadah puasa ketika risiko Covid-19 mengintai justru punya dampak bagus bagi kesehatan. Pasalnya, aktivitas puasa jika dijalankan secara tepat akan membantu meningkatkan imunitas tubuh; syarat penting biar tidak terdampak virus ini.

Apa saja sih hal hal yang membatalkan puasa? Sebagian pasti sudah kamu ketahu, tapi yang lain mungkin masih jadi pertanyaan. Misalnya, apakah menangis membatalkan puasa? Berikut ulasannya Guideku rangkum dari Keepo.me

1.Makan dan Minum dengan Sengaja

Ini adalah hal yang membatalkan puasa yang paling gamblang. Kalau kamu sengaja makan dan minum, otomatis puasamu sudah tidak sah. Berarti kalau lupa atau tidak sengaja makan/minum itu tidak apa-apa? Ya, kamu masih boleh melanjutkan puasamu jika lupa atau tidak sengaja. Namun, jangan malah pura-pura lupa lho ya..

2.Berhubungan Suami Istri

Berhubungan suami istri atau bersetubuh di siang hari padahal sedang berpuasa merupakan tindakan yang diharamkan. Selain batal puasanya, pasangan suami istri itu wajib menggantinya dengan berpuasa 2 bulan berturut-turut dan membayar fidyah dengan memberi makan 60 orang miskin. Jadi, bagi yang sudah menikah dan menjalankan puasa Ramadan, harap kendalikan hasrat.

3.Mengeluarkan Air Mani dengan Sengaja

Keluar air mani saat nonton sesuatu | theasiancarabiner.wordpress.com
Berhubungan suami istri pada saat berpuasa saja dilarang, apalagi mengeluarkan mani dengan sengaja. Ya, hal ini ditujukan bagi kaum muda yang belum menikah dan punya kebiasaan melampiaskan hawa nafsunya secara swadaya, misalnya masturbasi. Jika sedang berpuasa dan malah mengeluarkan air mani dengan sengaja otomatis batal dan wajib menggantinya di hari lain.

Bagaimana kalau mereka yang tidak sengaja mengeluarkan air mani? Misalnya pada saat tidur alias mimpi basah? Kalau tidak sengaja karena mimpi basah atau dalam beberapa kasus akibat kelelahan, maka ibadah puasa masih boleh dilanjutkan tapi harus mandi junub dulu.

4.Haid dan Nifas

Bagi wanita yang sedang haid dan nifas, hukumnya jelas untuk tidak boleh berpuasa. Misalnya pada saat awal berniat berpuasa namun di tengah-tengah malah datang bulan, puasanya sudah batal. Ia harus menggantinya di hari lain.


5.Minum Obat

Orang yang menderita penyakit tertentu diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun ada juga yang masih merasa mampu menjalankan ibadah puasa. Masalahnya, resep dari dokter tidak boleh ditinggalkan yaitu meminum obat sesuai jadwal. Sedangkan waktu meminum obat itu salah satunya harus dilakukan pada saat pagi dan siang hari. Jelas kondisi tersebut tidak boleh berpuasa.

Nah, jika pada saat sedang berpuasa tiba-tiba sakit dan harus minum obat tertentu, maka puasanya batal. Ia wajib menggantinya di hari lain.

6.Memasukkan Benda ke Bagian Tubuh yang Berlubang

Ada beberapa pendapat yang mengatakan kalau memasukkan sesuatu ke bagian tubuh yang berlubang akan membatalkan puasa. Maka dari itu, ada yang berpendapat jika menggosok gigi pada saat sedang berpuasa adalah faktor yang membatalkannya. Benarkah demikian?

Sebagian ulama menyebutkan bahwa menggosok gigi pada saat sedang berpuasa itu hukumnya makruh. Jadi, lebih baik ditinggalkan, namun juga tidak berdosa. Masalahnya, tujuan menggosok gigi untuk membersihkan diri. Ada juga yang memang sengaja menggosok gigi untuk curi-curi kesempatan berkumur air segar. Nah, kalau yang itu jelas membatalkan puasanya.

Selain itu, bukan hanya masalah gosok gigi untuk tujuan mencurangi puasa yang jadi sorotan. Pasalnya, yang dimaksud dengan memasukkan benda ke bagian tubuh yang berlubang itu dapat dikategorikan ke beberapa tindakan seperti memasukkan sesuatu ke hidung atau telinga. Mana pendapat yang benar, sebaiknya kamu tanyakan ke guru mengajimu. Wallahu’alam.

7. Muntah dengan Sengaja

Jika kamu sedang berpuasa dan sengaja memuntahkan sesuatu, maka ibadahmu itu batal. Apalagi jika ada sebagian muntahan yang tidak sengaja tertelan. Kenapa muntah dengan sengaja? Biasanya ada beberapa alasan, misal karena ingin mengeluarkan sesuatu dari kerongkongan atau faktor lain. Dan ini berbeda kalau kamu tidak sengaja muntah. Ingat ya, dalam hukum agama, yang namanya ketidaktahuan dan ketidaksengajaan itu adalah hal-hal yang dimaklumi.

8. Gila atau Hilang Akalnya

Sepertinya hal ini pun jelas. Jika seseorang sedang berpuasa namun tiba-tiba ia kehilangan pikiran, entah kesurupan atau malah gila, jelas puasanya batal. Kadang, ada banyak hal dalam dunia ini yang sulit untuk kita pahami atau kita analisis secara rasional. Namun, percayalah, hal-hal semacam itu kadang juga muncul dalam keseharian, semisal orang yang mendadak gila padahal dari pagi ia sudah berpuasa dan beribadah secara normal.

9. Murtad

Kalau yang satu ini sangat jelas. Seorang muslim yang berpuasa, ketika ia memutuskan untuk pindah agama atau tidak beragama, ibadahnya tidak diakui. Puasanya batal, dan ia juga tidak punya hak untuk menggantinya di hari lain. Lagipula, kenapa harus mengganti puasanya jika ia sudah meninggalkan ajaran tersebut?

10. Merokok

Khusus bagi perokok nih, percuma kalian sahur dari sebelum Subuh dan dengan santainya merokok tanpa ada beban dosa di siang hari. Masalahnya, banyak orang yang mengira bahwa merokok itu berbeda dari makan dan minum. Jadi, tidak ada aturan yang tegas terkait batalnya puasa akibat merokok.

Faktanya, merokok jelas membatalkan puasa. Kenapa bisa demikian? Tembakau yang dibakar dan dinikmati itu merupakan sesuatu yang dinikmati seperti halnya minuman atau makanan. Dan ada bekas atau sisa dari tembakau yang sudah dibakar itu. Jelasnya, merokok itu membatalkan puasa dan sudah dibahas para alim ulama dalam kitab-kitab terdahulu. Bahkan, ada kitab khusus berjudul Irsyadul Ikhwan fi Bayanil Qahwah wad Dukhan (Kitab Kopi dan Rokok) yang mengulik perdebatan tentang rokok. Kesimpulannya tetap sama, merokok itu membatalkan puasa.

Berita Terkait

Berita Terkini