Stay

Tenggelam dalam Nuansa Nyaman di Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Inilah kisah Guideku.com yang terbuai atmosfer nyaman di Royal Ambarrukmo.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (instagram.com/royalambarrukmo)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (instagram.com/royalambarrukmo)

Guideku.com - Suasana pelataran depan hotel yang terkesan sejuk menyambut kami saat tiba di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta sekitar pukul 1 siang.

Guideku.com disambut dengan ramah oleh salah seorang staf yang mengenakan seragam Bregodo Lombok Abang ala prajurit Keraton.

Setelah melewati bagian security dan melakukan pengecekan barang layaknya hendak memasuki bandara, kami pun menginjakkan kaki di lobi hotel bintang lima ini.

Kesan pertamanya? Benar-benar mewah, nyaman, sekaligus tertata dengan apik.

Dengan lantai dan pilar yang berlapis marmer, sofa-sofa empuk di lounge yang ditata sedemikian rupa, hingga pemandangan langsung ke arah taman dan kolam renang, belum-belum kami sudah merasa betah saja.

Sembari duduk dan menunggu, tatap mata kami tertuju ke sekeliling lobi hotel yang didekor dengan perpaduan nuansa modern dan sejarah. Ada juga pot besar yang berisi anggrek ungu dan sempat membuat kami terpana.

Hotel Royal Ambarrukmo (instagram.com/royalambarrukmo)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (instagram.com/royalambarrukmo)

Ada banyak pertanyaan di dalam benak kami saat itu.

Marketing & Communication (Marcomm) Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Khairul Anwar atau yang karib disapa Awang, pun menjelaskan tentang banyak hal tentang hotel ini. 

Kami pun mulai mendapat penjelasan mengenai sejarah panjang hotel ini, mulai dari tahun didirikan, makna logo hotel, hingga fakta bahwa eksterior bangunan ini tidak boleh diubah bentuknya.

Namun, yang paling menarik perhatian kami adalah relief berukuran super besar yang menghiasi tembok bagian kiri lobi. Relief ini dinamakan ''Untung Rugi di Lereng Merapi'' dan menceritakan tentang kehidupan masyarakat di sekitar Merapi pada zaman dulu.

Setelah sempat terpana mengamati tiap detail di relief tersebut, barulah kami beranjak untuk melanjutkan tur sehari di Royal Ambarrukmo Yogyakarta ini.

Awalnya kami hendak mengunjungi ballroom, namun sayangnya tempat tersebut sedang dipakai sehingga tidak bisa dikunjungi.

Gagal mengintip bagaimana suasana di ballroom Royal Ambarrukmo Yogyakarta, tungkai kami ganti bergerak menuju koridor kiri lobi. Di sana, kami menemukan Punika Deli.

Sesuai namanya, kafe dalam hotel ini menyajikan aneka macam makanan ringan seperti sandwich, cake, hingga lasagna. Hm, sempat tergoda sedikit sih untuk berhenti dan mencicipi, namun sayangnya perjalanan kami harus terus berlanjut.

Hotel Royal Ambarrukmo (guideku.com/Arendya)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (guideku.com/Arendya)

Dengan aroma manis kue yang masih menggoda hidung, kami diarahkan menuju area yang memajang karya seni lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, karya seni yang ini bisa dibilang tidak kalah ''wah''-nya dengan relief di depan tadi.

Bertajuk ''Kehidupan Masyarakat di Yogyakarta'', karya seni yang menghiasi keseluruhan permukaan dinding ini dibuat dari mosaik keramik sebanyak 15 warna, lho!

Yang menakjubkan, mosaik tersebut tampak benar-benar detail dan membuat kita enggan berpaling. Sempat terbayang juga di benak kami, kira-kira berapa lama ya waktu yang dibutuhkan untuk menyusun semua mosaik ini hingga selesai?

Dan ternyata, karya mosaik ini tidak sendiri. Kalau tadi kami menyusuri koridor kiri, rupanya kelanjutan dari karya seni ini terletak di koridor kanan lobi dan menceritakan kehidupan masyarakat Jawa Tengah.

Barulah setelah puas mengamati dekorasi berbau seni yang ada, kami menuju lantai delapan atau lantai tertinggi di Hotel Royal Ambarrukmo ini. Tibalah saatnya mengintip kamar-kamar di Royal Ambarrukmo Yogyakarta!

Hotel Royal Ambarrukmo (guideku.com/Arendya)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (guideku.com/Arendya)

Pertama, kami mengunjungi kamar 747 atau Presidential Suite di hotel ini. Bisa dibilang, reaksi kami saat itu cukup heboh dan norak.

Bibir kami nyaris tak bisa terkatup saking kagumnya dengan suasana di dalam kamar ini. Yah, wajar saja karena kamar ini memang diperuntukkan untuk pejabat negara, salah satunya Sultan Hamengkubuwono X.

Di Presidential Suite, kami bisa menemukan mini kitchen, dining room, living room, hingga kamar tidur dan kamar mandi yang terlihat sangat nyaman. Duh, bikin mendadak pengen jadi presiden sehari deh demi bisa nyobain semua fasilitas ini.

Setelahnya, kami mengunjungi Executive Suite yang memang tidak seluas Presidential Suite, tapi juga masih sama mewahnya. Dengar-dengar, Executive Suite ini kadang-kadang digunakan oleh tamu yang sedang honeymoon, lho!

Hayo, kalau ada yang pengen honeymoon di Jogja, boleh nih dicobain!

Hotel Royal Ambarrukmo (guideku.com/Arendya)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (guideku.com/Arendya)

Setelah terkagum-kagum dengan dua jenis suite termahal di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, kami ganti mengunjungi tipe kamar lainnya.

Ada Junior Suite yang tampak lapang, juga Premiere Suite dan Deluxe Suite yang lebih seperti kamar hotel pada standardnya.

Meski begitu, tetap saja kamar-kamar di Royal Ambarrukmo Yogyakarta ini memancarkan hawa nyaman dan sejuk.

Dengan dekorasi tanaman serta perpaduan warna emas dan putih gading yang lembut, kamar-kamar ini sukses mengundang kami untuk mencoba menginap di sana suatu hari nanti.

Poin plus lainnya, semua kamar hotel di sini memiliki balkon. Ada dua jenis view yang ditawarkan, yaitu view kota Jogja atau view yang menghadap ke taman dan kolam renang. Dari balkon ini pula, kamu bisa menyaksikan megahnya Gunung Merapi.

Sayang sekali, cuaca sedang sedikit mendung kala itu sehingga kami tidak bisa melihat penampakan Gunung Merapi dari balkon hotel.

Oh ya, jangan kira acara tur sehari ini sudah selesai, ya!

Hotel Royal Ambarrukmo (instagram.com/royalambarrukmo)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (instagram.com/royalambarrukmo)

Selepas mengunjungi kamar-kamar, kami ganti menuju ke area kolam renang dan taman. Lagi-lagi, kami kembali dibuat terpana dengan semua fasilitas yang ada dan tertata rapi.

Layaknya saat di kamar tadi, sofa-sofa empuk dan kursi gantung yang ada di sekitar kolam renang sempat membuat kami ingin merebahkan diri sejenak. Namun, itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan fasilitas tempat bermain anak yang ada.

Serasa kembali ke masa kanak-kanak, warna-warni di fasilitas bermain indoor dan outdoor yang ada sukses membuat kami ingin iseng mencoba-coba.

Bagaimana tidak? Saat kami memasuki fasilitas bermain indoor, kami disambut kolam mandi bola, trampolin, hingga aneka macam permainan lainnya termasuk komputer khusus anak.

Puas menjadi anak-anak sejenak, kami melangkah keluar dari fasilitas bermain dan mulai mengelilingi taman.

Ada satu gazebo yang terletak di tengah kolam sarat ikan koi, juga gazebo-gazebo lainnya yang cocok digunakan untuk bersantai di tengah asrinya kebun ini.

Taman di hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta ini memang tidak main-main, guys. Selain luas dan rindang, taman ini juga ditumbuhi aneka anggrek dan tanaman buah.

Lamat-lamat kami menyusuri taman ini, memuaskan netra dengan warna hijau yang menghiasi, hingga kami akhirnya tiba di bagian heritage site atau situs peninggalan Keraton Yogyakarta.

Hotel Royal Ambarrukmo (guideku.com/Arendya)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (guideku.com/Arendya)

Bangunan pertama yang menangkap perhatian kami adalah Bale Kambang, semacam tempat pemandian seperti Taman Sari di Jogja.

Kami bahkan diizinkan untuk naik ke lantai dua dan mengamati birunya air di Bale Kambang dari atas, dengan syarat melepas sepatu lebih dahulu.

Setelah Bale Kambang, kami ganti memasuki joglo yang rupanya dulu pernah menjadi tempat tinggal Sultan Hamengkubuwono. Begitu kental dengan suasana keraton, tanpa sadar kami pun memelankan langkah untuk menghormati warisan budaya yang ada.

Sempat bertemu juru kunci yang menjaga joglo ini, kami dijelaskan bahwa tiga dari empat kamar yang ada di joglo sekarang dipergunakan menjadi museum untuk batik, keris, dan wayang.

Bisa dibilang, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta ini benar-benar membuat kami kagum karena telah berhasil memadukan konsep modern namun tetap mempertahankan peninggalan sejarah yang ada.

Hotel Royal Ambarrukmo (guideku.com/Arendya)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (guideku.com/Arendya)

Hanya saja, keterkejutan dan kekaguman kami tidak berhenti sampai di situ.

Mengarah ke sisi kiri joglo, kamar-kamar yang dulu digunakan oleh para putri Sultan rupanya telah beralih fungsi menjadi fasilitas spa tradisional.

Guideku.com sempat memasuki kamar-kamar spa ini, dan lagi-lagi kami pun jadi ingin mencobanya.

Dengan nuansa tenang, dekorasi batik dan penerangan yang remang, serta wangi rerempahan yang ada, tanpa sadar kami pun jadi ikut rileks. Duh, padahal nyobain spa-nya saja belum, lho.

Dan yang paling wah, ada salah satu kamar di sini yang disebut master room dan bisa memberimu kesempatan untuk mencoba bathub yang terbuat dari 4,4 ton batu andesit Merapi! Wow banget, kan?

Hotel Royal Ambarrukmo (instagram.com/royalambarrukmo)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (instagram.com/royalambarrukmo)

Berat rasanya bagi kami untuk meninggalkan area spa dan heritage site yang ada. Meski begitu, jam yang sudah hampir menunjukkan pukul setengah tiga serta perut yang bergemuruh menahan lapar berkata lain.

Yup, tujuan terakhir dari tur kami adalah mencoba makanan yang disajikan di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta ini.

Mulai dari nasi goreng, mie goreng jawa, hingga sop buntut, semuanya kami lahap dalam waktu yang cukup singkat. Ketahuan banget ya laparnya kami?

Hotel Royal Ambarrukmo (guideku.com/Arendya)
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (guideku.com/Arendya)

Begitulah pengalaman tur sehari Guideku.com di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Di luar dugaan, acara jalan-jalan mengelilingi hotel seluas 5 hektare ini telah memberikan kami banyak pengetahuan baru mengenai sejarah dan budaya, khususnya budaya Jogja.

Bagaimana? Apa kamu juga jadi ikut tertarik untuk mengunjungi Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan melakukan napak tilas sejarah di tengah modernitas yang ada?

Berita Terkait

Berita Terkini