Travel

Mimpi Itu Jadi Nyata, 'Anak Asuh Mengirimku ke Tanah Suci'

Terus berbuat baik dengan tulus tanpa memandang status sosial dan SARA.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Umrohkan Pengasuh, Tidak Pernah Saya Dengar Keluhan dari Mulutnya. (Facebook/Wine Fallensky)
Umrohkan Pengasuh, Tidak Pernah Saya Dengar Keluhan dari Mulutnya. (Facebook/Wine Fallensky)

Guideku.com - Tanggal 11 November 2018 lalu menjadi hari yang sangat berarti untuk Yati. Telah berprofesi sebagai babysitter selama 24 tahun, Yati akhirnya diberangkatkan umroh oleh anak yang diasuhnya.

Berbalut busana muslim warna jingga dan hijau, terpancar senyum bahagia dari wajah Yati. 

Akun Facebook bernama Wine Fallensky ini menceritakan tentang kisah pengasuhnya sedari kecil. Kisah anak asuh umrohkan pengasuhnya inipun viral di media sosial.

''Selama 24 tahun ini, tidak pernah sekalipun saya dengar keluhan keluar dari mulutnya,'' ungkap Wine dalam postinganya.

Wine bercerita tentang kisah Sus Yati yang telah mengisi hari-harinya semasa kecil.

Sus Yati, menjadi panggilan sayang yang selalu diucapkan oleh Wine dan keluarganya.

Sus Yati tengah lama bermimpi untuk pergi ke Tanah Suci, sayang, uang tabungannya selalu terpakai guna memenuhi kebutuhan keluarganya.

Umrohkan Pengasuh, Tidak Pernah Saya Dengar Keluhan dari Mulutnya. (Facebook/Wine Fallensky)
Umrohkan Pengasuh, Tidak Pernah Saya Dengar Keluhan dari Mulutnya. (Facebook/Wine Fallensky)

Tubuh Sus Yati kian menua, gerak tubuhnya sudah tak selincah ketika menemani Wine sewaktu kecil.

Kolesterol, metabolisme yang melambat hingga obesitas tentunya sangat menghambat aktivitas Sus Yati dalam bekerja.

Hingga akhirnya Wine memutuskan untuk menggunakan penghasilan pertamanya untuk memberangkatkan umroh Sus Yati ke Tanah Suci.

''Sus, coba cari travel buat umroh ya,'' kata Wine.

Ketika menyampaikan niatnya, Wine hanya ditertawakan oleh Sus Yati.

Sus Yati mungkin menyangka, anak asuhnya mengajaknya bercanda.

Tak berhenti sampai di situ saja, selama seminggu Wine selalu menanyakan hal tersebut.

Sus Yati yang kian penasaran karena hampir setiap hari Wine menanyakan perihal umroh kepadanya akhirnya buka suara.

''Beneran ta saya mau diumrohkan,'' kata Sus Yati ketika menemui Wine.

''Ya, cari dulu saja travel yang baik, biar nggak kena tipu. Kalau bisa yang punya kenalan. Cari yang bagus, yang nggak jauh tempatnya biar nggak capek nantinya,''

Tak lama kemudian, Sus Yati membawa sebuah brosur paket promo umroh yang diambilnya dari travel tempat keponakanya bekerja.

Tidak ingin Sus Yati kelelahan, Wine dengan sigap mengambil paket terlengkap umroh. Wine ingin fasilitas lengkap dan hotel yang tidak jauh untuk pengasuh yang sangat disayanginya ini.

Dengan mata berkaca-kaca, Sus Yati memeluk tubuh Wine dengan erat seraya mengatakan sebuah kalimat.

''Saya doakan, kamu sekeluarga banyak rezeki berlimpah-limpah. Nanti di sana kamu saya doakan,'' kata Sus Yati.

Tak hanya sampai di situ saja, Sus Yati sempat mendapat kendala sebelum umroh. Akta kelahiran Sus Yati dimakan oleh rayap sehingga kesulitan untuk mengurus paspor.

Di lain sisi, Sus Yati melawan dunia. Ternyata juga sempat disindir, banyak orang yang tak percaya dirinya akan berangkat umroh.

Segala kendala tentunya tidak menghalangi rencana mulia Wine memberangkatkan Sus Yati berangkat umroh.

Umrohkan Pengasuh, Tidak Pernah Saya Dengar Keluhan dari Mulutnya. (Facebook/Wine Fallensky)
Umrohkan Pengasuh, Tidak Pernah Saya Dengar Keluhan dari Mulutnya. (Facebook/Wine Fallensky)

Ya, akhirnya Sus Yati yang telah dianggap sebagai nenek angkat oleh Wine akhirnya melangkah untuk menjalankan umroh di Tanah Suci.

Sungguh, cerita Wine ini mengingatkan kita untuk tidak meremehkan segala macam profesi.

Segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas, setia dan tulus kelak akan melahirkan kebahagian bagi diri sendiri dan orang lain.

Jadi, jangan pernah berhenti berbuat baik kepada orang lain. Semoga kisah tadi menginspirasi teman travelers, ya.

Berita Terkait

Berita Terkini