Travel

Dari Egois Sampai Tukang Pamer, 5 Cap di Jidat Traveler Milenial

Setuju nggak nih genks, kalau traveler milenial kayak gini?

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi liburan. (Unsplash/Jake Young)
Ilustrasi liburan. (Unsplash/Jake Young)

Guideku.com - Tak bisa dipungkiri, sebagian besar traveler zaman sekarang adalah mereka yang berasal dari generasi milenial.

Meski begitu, traveler milenial ternyata masih sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau negatif.

Mulai dari dianggap egois, manja, sampai traveling hanya untuk pamer, ada berbagai macam label yang melekat dengan traveler generasi milenial.

Nah, seperti dikutip Guideku.com dari laman Smarter Travel, yuk intip 5 hal yang dianggap identik dengan traveler milenial ini.

5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/langll)
5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/langll)

1. Traveler milenial tidak bertanggung jawab

Banyak yang menganggap jika traveler generasi milenial suka seenaknya sendiri dan egois saat pergi traveling.

Padahal, kenyataannya traveler milenial jauh lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan budaya sekitar.

Tidak hanya itu, mereka pun juga punya pikiran yang jauh lebih terbuka terhadap isu-isu lingkungan.

5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/marioschmidtphoto)
5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/marioschmidtphoto)

2. Traveler milenial hanya mau menginap di Airbnb

Layanan Airbnb menjadi salah satu opsi menarik bagi traveler milenial. Hal ini dikarenakan biaya sewa penginapan Airbnb biasanya lebih murah.

Meski begitu, bukan berarti traveler milenial akan selalu memilih layanan Airbnb ya.

Meski murah, nyatanya traveler milenial juga masih memperhatikan hal-hal seperti keamanan dan kenyamanan mereka selama berlibur kok.

5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/Free-Photos)
5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/Free-Photos)

3. Traveler milenial suka traveling yang murah

Masih sejalan dengan poin sebelumnya, banyak yang menganggap jika traveler milenial hanya berfokus pada harga dan terkesan pelit.

Padahal, sebenarnya traveler milenial adalah orang-orang yang jago berhemat dan tidak menghambur-hamburkan uang di luar kebutuhan.

Nggak cuma itu, traveler milenial juga bakal rela-rela saja mengeluarkan uang asal mereka bisa menikmati aktivitas traveling mereka.

5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/Erik_Lucatero)
5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/Erik_Lucatero)

4. Traveler milenial pergi traveling untuk diunggah di media sosial

Salah satu alasan mengapa traveler milenial lebih banyak dikenal adalah kehadiran mereka di media sosial.

Meski begitu, bukan berarti traveler milenial hanya bepergian demi feed media sosial ya.

Bagi traveler milenial, media sosial malah bisa membantu mereka untuk berbagi pengalaman traveling, belajar soal budaya, hingga merencanakan traveling berikutnya.

5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/StockSnap)
5 Mitos Traveler Milenial (Pixabay/StockSnap)

5. Traveler milenial tidak suka bepergian dengan orang asing

Terakhir, ada anggapan jika traveler milenial lebih suka pergi traveling sendirian.

Hal ini karena traveler milenial dianggap banyak mau dan egois saat traveling sehingga pergi dalam rombongan hanya akan merepotkan.

Padahal, nyatanya banyak solo traveler yang sengaja bergabung dengan grup atau rombongan travelers demi berkenalan dengan orang-orang baru lho!

Nah, itulah 5 hal yang dianggap identik dengan traveler milenial yang ternyata tidak 100% benar. Kalau menurut kamu gimana nih travelers?

Berita Terkait

Berita Terkini