Travel

Indonesia Patut Bersyukur, Ini Mirisnya Potret Warga Naik Kereta di India

India keras, bung!

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Kereta Penuh (Pixabay/ed_davad)
Ilustrasi Kereta Penuh (Pixabay/ed_davad)

Guideku.com - Sebagai salah satu moda transportasi yang setiap hari digunakan masyarakat, tak bisa dipungkiri jika kereta masih memiliki segudang permasalahan. Baik itu MRT maupun KRL, persoalan tata tertib penumpang, kebersihan, hingga pelecehan masih kerap terdengar.

Meski begitu, sebuah video yang diunggah oleh akun @BalqisSidiqia belum lama ini di twitter sukses menjadi viral dan membuat netizen Indonesia ramai berkomentar.

Dalam video tersebut, diperlihatkan bagaimana situasi komuter di India yang membuat miris.

Pasalnya, kereta yang lewat sudah terlihat penuh sesak dan beberapa orang bahkan bergantungan di pintu.

Situasi Komuter di India (twitter.com/BilqisSidiqia)
Situasi Komuter di India (twitter.com/BilqisSidiqia)

Namun, terlepas dari kereta yang belum berhenti, para penumpang yang menunggu di peron tetap berdesakan dan mencoba memaksa masuk.

Hal ini tentunya berbahaya karena ada kemungkinan penumpang terjatuh atau tersambar tiang jika kereta kembali berjalan dengan cepat.

Meski begitu, warga India yang kebanyakan hendak pergi untuk bekerja itu tetap memaksa masuk demi segera sampai ke kantor.

Situasi Komuter di India (twitter.com/BilqisSidiqia)
Situasi Komuter di India (twitter.com/BilqisSidiqia)

Sang perekam video pun menyatakan jika saat itu dirinya tergencet di bagian perut dan dada hingga tidak bisa bernapas.

Melihat potret warga India naik kereta tersebut, banyak netizen Indonesia yang membandingkannya dengan kondisi kereta di Indonesia pada zaman dulu.

''Bersyukurlah service commuter line sdh ketat dan safety, jd ga mengalami hal buruk lg seperti kereta india ini. yg dulu pintunya terbuka dan banyak pedagang, pengemis,'' tulis netizen.

''Dulu sekali pernah naik kereta keroyokan. Tapi gak separah ini juga.''

''India punya penduduk yang emang pekerja keras kalo kita bisa lihat, sayangnya pemerintah kurang memperbanyak infrastruktur yang seharusnya bisa dilakukan lebih.''

Bagaimana menurutmu?

Berita Terkait

Berita Terkini