Travel

Ini Alasan Kenapa Sabuk Pengaman Pesawat Harus Tetap Dipakai di Udara

Meski sudah mengudara, penumpang senantiasa diimbau untuk tidak melepas sabuk pengaman.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi penumpang di pesawat. (Pixabay/StelaDi)
Ilustrasi penumpang di pesawat. (Pixabay/StelaDi)

Guideku.com - Salah satu aturan yang harus dipatuhi penumpang pesawat ketika hendak terbang adalah memakai sabuk pengaman.

Tak cuma saat lepas landas dan mendarat, awak kabin biasanya akan mengimbau penumpang untuk tetap memasang sabuk pengaman di sepanjang perjalanan.

Tentu saja, penumpang diperbolehkan untuk melepas sabuk pengaman jikalau ingin pergi ke kamar mandi atau sekadar melakukan peregangan dalam penerbangan panjang.

Meski begitu, ternyata masih banyak penumpang yang lantas lupa memasang sabuk pengaman saat kembali ke kursi mereka.

Selain itu, banyak pula pendapat yang beredar bahwa sabuk pengaman tidak akan membantu dalam menyelamatkan penumpang di kala kecelakaan.

Lantas, apa sebenarnya alasan sabuk pengaman pesawat harus tetap dipakai kala penerbangan?

Ilustrasi Sabuk Pengaman Pesawat (Pixabay/Gadini)
Ilustrasi Sabuk Pengaman Pesawat (Pixabay/Gadini)

Melansir dari laman Travel and Leisure, memang benar bahwa sabuk pengaman pesawat tidak efektif di kecelakaan skala besar.

Meski begitu, sabuk pengaman dapat membantu penumpang untuk menghindari luka karena tabrakan kecil saat masih berada di jalur lepas landas.

Selain itu, alasan utama untuk tetap memakai sabuk pengaman adalah turbulensi.

Karena turbulensi merupakan hal yang kerap terjadi, pemakaian sabuk pengaman pun menjadi penting.

"Alasan Anda harus memakai sabuk pengaman, termasuk untuk awak kabin, adalah karena Anda tidak akan mau terbentur pesawat," jelas Heather Poole, penulis Cruising Attitude: Tales of Crashpads, Crew Drama dan Crazy Passengers pada laman Telegraph.

"Turbulensi terjadi dengan keras dan cepat, dan itulah alasan penumpang terluka karena terantuk badan pesawat di kepala."

Ilustrasi penumpang pesawat. (Unsplash)
Ilustrasi penumpang pesawat. (Unsplash)

Dikatakan pula, turbulensi yang parah dapat membuat penumpang terluka di kepala hingga lengan. Dalam situasi parah, orang-orang bahkan bisa terlempar hingga ke atap.

Di sisi lain, pilot memang bisa menggunakan peta meteorologi untuk memprediksi turbulensi, badai, dan angin kencang. Prediksi ini lantas digunakan pilot untuk menentukan kapan lampu tanda sabuk pengaman harus dihidupkan.

Meski begitu, prediksi pilot tak selalu akurat. Ada kalanya turbulensi terjadi mendadak, sehingga penumpang pun disarankan untuk selalu memakai sabuk pengaman.

"Kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi, dan itu bisa terjadi bahkan saat lampu tanda sabuk pengaman dimatikan. Turbulensi bukan candaan. Orang-orang bisa terluka," tandas Poole.

Berita Terkait

Berita Terkini