Food

Habis Kontrak, Pepsi Berhenti Jualan di Indonesia

Pepsi dikabarkan tak lagi jualan di Indonesia.

Dany Garjito

Ilustrasi Pepsi. (Pexels/Martin Péchy)
Ilustrasi Pepsi. (Pexels/Martin Péchy)

Guideku.com - Pepsi dikabarkan tidak jualan lagi di Indonesia mengingat habisnya masa kontrak Pepsi dengan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM).

Berdasarkan kesepakatan antara AIBM dan PepsiCo Inc, minuman Pepsi tak lagi dijual mulai 10 Oktober 2019.

Meski demikian, Pepsi berharap bisa kembali berjualan di Indonesia dan menjual produk-produk unggulannya seperti Mirinda, 7UP dan Mtn Dew di masa yang akan datang.

Dilansir dari ThoughtCo, Pepsi yang berasal dari salah satu tempat yang sederhana di Carolina Utara telah berusia 125 tahun.

Formula asli Pepsi ditemukan pada tahun 1893 oleh apoteker Caleb Bradham dari New Bern. Seperti banyak apoteker pada waktu itu, ia mengoperasikan air mancur soda di apoteknya, tempat dia menyajikan minuman yang dia ciptakan sendiri.

Ilustrasi Pepsi. (Pexels/Ethan Sees)
Ilustrasi Pepsi. (Pexels/Ethan Sees)

Minumannya yang paling populer adalah Minuman Brad. Komposisi minuman itu terdiri dari campuran gula, air, karamel, minyak lemon, kacang kola, pala, dan bahan tambahan lainnya.

Ketika minuman itu diciptakan, Bradham memutuskan untuk memberinya nama yang mudah diingat, yakni Pepsi-Cola. Pada musim panas 1903, ia telah mematenkan merek dagang dan menjual sirup sodanya ke apotek dan vendor lainnya di seluruh North Carolina.

Pada 1913 Pepsi kemudian merekrut Barney Oldfield, seorang pengemudi mobil balap terkenal pada saat itu, sebagai juru bicara. Pepsi semakin menjadi terkenal karena slogannya, "Minum Pepsi-Cola. Itu Akan Memuaskan Anda."

Setelah meraih kesuksesan selama bertahun-tahun, Pepsi mulai menghadapi fluktuasi harga gula selama Perang Dunia I.

Harga gula terus naik pada saat itu, kondisi itu dirasa sangat menyulitkan Pepsi. Pepsi pun sempat bangkrut pada tahun 1923.

Pada tahun 1931, Pepsi Cola kemudian dibeli oleh Loft Candy Co. Presiden Loft Charles G. Guth, berusaha membangkitkan kejayaan Pepsi.

SUARA.com/Iwan Supriyatna

Berita Terkait

Berita Terkini