Travel

4 Fakta Soal Tau-tau, Patung Kayu Pengenang Jenazah di Toraja

Yang abadi di setiap pahatan dan ingatan kami.

Dany Garjito | Aditya Prasanda

(Wikimedia Michael Gunther)
(Wikimedia Michael Gunther)

Guideku.com - Tau-tau, patung kayu menyerupai manusia ini merupakan replika kerabat yang telah meninggal dalam lingkup tradisi Toraja.

Menghimpun dari berbagai sumber, Guideku.com mencatat 4 hal yang harus kamu ketahui tentang patung penghormatan ini. Apa saja?

Dibuat semirip mungkin

(Wikimedia Tropenmuseum)
(Wikimedia Tropenmuseum)

 

Tak kalah dengan kualitas replika tokoh terkenal di museum lilin Madame Tussaud, Tau-tau dibuat semirip mungkin dengan kerabat yang telah meninggal.

Bahkan proses pemahatannya tak dapat dilakukan sembarangan dan hanya dikerjakan oleh pemahat khusus.

Oleh sebab itu, sebelum jenazah diarak menggunakan peti Pong Buri, sang pemahat akan memahat Tau-tau persis di dekat jenazah, demi memperoleh detil nan maksimal.

Hanya boleh dibuat dengan syarat

Tak hanya dipahat oleh pemahat khusus, yang diizinkan membuat Tau-tau pun hanya keluarga yang sanggup menyembelih setidaknya 24 ekor kerbau, yang terdiri dari empat jenis ekor kerbau berbeda.

Sebab biaya pembuatan tau-tau pun tak murah, berkisar Rp 25 juta bergantung detil dan ukurannya.

Bahan pembuatan bergantung kasta

(Wikimedia Tropenmuseum)
(Wikimedia Tropenmuseum)

 

Tau-tau terbuat dari kayu dengan latar berbeda bergantung kasta keluarga si jenazah.

Tau-tau kaum bangsawan, diolah dari kayu nangka.

Sementara Tau-tau kelas menengah dibuat dari kayu randu.

Lalu Tau-tau masyarakat kelas bawah terbuat dari bambu.

Diberi pakaian

Patung Tau-tau dikenakan pakaian layaknya manusia hidup.

Ia akan diletakkan di depan makam, setelah upacara pengarakan jenazah, Rambu Solo usai.

Berita Terkait

Berita Terkini