Food

Duh, Gerai Bubble Tea Ini Terpaksa Tutup Usai Tepergok Gunakan Buah Busuk

Selain gunakan buah busuk, proses pembuatan minuman ternyata juga jauh dari kata higienis.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi bubble tea. (Unsplash/Rosalind Chang)
Ilustrasi bubble tea. (Unsplash/Rosalind Chang)

Guideku.com - Tak bisa disangkal, eksistensi bubble tea semakin hari semakin populer di kalangan para pecinta kuliner.

Banyak gerai bubble tea bermunculan di berbagai negara tak terkecuali China.

Namun baru-baru ini sebuah gerai bubble tea ternama di China terpaksa tutup usai diduga menggunakan buah busuk sebagai bahan baku dan melakukan praktik tidak higienis.

Dilansir Suara.com dari laman World of Buzz, Selasa ( 9/7/19), gerai bubble tea di China ini diketahui bernama Tealand.

Praktik tidak higienis ini terbongkar usai salah seorang reporter televisi lokal menyamar sebagai pegawai di salah satu outlet Tealand Beijing.

Betapa terkejutnya reporter ini ketika mengetahui mereka menggunakan buah busuk dalam pembuatan minuman untuk pelanggan tersebut.

Orang ini bergabung dalam tim secara sembunyi-sembunyi dan merekam praktik mengerikan itu.

Gerai bubble tea tertangkap gunakan buah busuk untuk produknya. (YouTube)
Gerai bubble tea tertangkap gunakan buah busuk untuk produknya. (YouTube)

 

Dalam rekaman, tampak jelas pegawai ini memotong buah tanpa sarung tangan dan tidak mencuci peralatan kotor yang sudah dipakai.

Sendok kotor di wastafel juga digunakan untuk mencampur minuman selama beberapa kali.

Manajer juga mengatakan kepada pegawai untuk menjual jus yang belum laku di lemari es dan menggunakan buah meskipun kondisinya sudah busuk.

Gerai bubble tea tertangkap gunakan buah busuk untuk produknya. (YouTube)
Gerai bubble tea tertangkap gunakan buah busuk untuk produknya. (YouTube)

 

Banyak pegawai yang merasa tidak enak membagikan jus buah dan bubble tea tersebut terutama kepada pelanggan anak-anak.

"Aku ingin menukarnya dengan buah yang baik, tetapi manajer membuatku menggunakan yang buruk. Itu tidak cocok dengan hati nurani saya. Saya merasa jahat. Saya dulu sangat menyukai bubble tea ini. Namun sekarang jika ada yang memberikan gratis, saya tidak akan mau meminumnya," ungkap salah seorang pegawai.

Alhasil, pihak berwenang dengan cepat mengambil tindakan usai rekaman tersebut dipublikasikan dan membuat gempar warga China.

Tealand diketahui telah menutup outlet di Beijing dan meluncurkan investigasi ke 33 gerai lainnya.

Kantor pusat Tealand di Hangzhou juga telah merilis pernyataan maaf lewat situs web resmi mereka.

Mereka mengaku salah dan memohon maaf serta akan bekerja sama dengan penyelidik kemudian bersedia menjalani proses hukum yang berlaku.

Berita Terkait

Berita Terkini