Food

4 Hal yang Tidak Disukai Barista dari Konsumen, Apa Saja?

Beberapa permintaan konsumen ini ternyata membuat barista sebal.

Angga Roni Priambodo | Amertiya Saraswati

Barista kopi di cofee shop. (Unsplash/Aleksander Borzenets)
Barista kopi di cofee shop. (Unsplash/Aleksander Borzenets)

Guideku.com - Menjadi barista bukan berarti bekerja menyeduh kopi semata. Selain ada tahapan panjang yang harus dipelajari, para barista juga masih harus berinteraksi dengan kemauan konsumen tiap hari.

Tentu saja, tidak ada yang salah dengan permintaan konsumen untuk mengganti jenis susu yang digunakan atau meminta tambahan shot espresso.

Meski begitu, ternyata ada juga deretan permintaan konsumen yang membuat para barista ini kesal, seperti dikutip dari Insider.

Bagi pecinta kopi, inilah deretan permintaan konsumen yang sebenarnya tidak disukai oleh barista. Yuk simak!

1. Meminta cappucino atau latte disajikan ekstra panas.

Ilustrasi Latte Art (Pixabay/0102oxy)
Ilustrasi Latte Art (Pixabay/0102oxy)

Saat berada di kedai kopi atau kafe, konsumen memang dapat memilih untuk membeli kopi dingin atau panas.

Namun, ketahuilah bahwa cappucino atau latte biasanya disajikan dalam temperatur hangat dan tidak terlalu panas. Menurut barista Giorgio Milos, hal ini dilakukan karena temperatur dalam menyeduh kopi tak boleh sembarangan.

"Rasanya menggangguku ketika peminum latte atau cappuccino meminta minuman mereka untuk disajikan super panas tanpa tahu jika menyeduh susu dalam suhu 155-160 derajat dapat mengubah rasanya," ujar Milos.

Nah, bagi kamu yang ingin menikmati rasa latte atau cappuccino secara lezat, turutilah apa yang dikatakan barista Anda ssat memesan.

2. Komplain soal harga kopi di depan barista.

Menurut barista Garrett Oden, salah satu hal yang tidak disukai barista adalah konsumen yang protes soal harga kopi.

"Hal yang paling tidak kusukai adalah orang-orang yang berkata mereka suka kopi lalu komplain soal harga biji kopi yang kami jual karena mereka bisa mendapat setengah harga di supermarket," ujar Oden.

Padahal, ada kalanya biji kopi di kafe lebih mahal karena dibeli dari petani yang berkualitas serta lebih sustainable.

Jadi, alih-alih protes, konsumen bisa bertanya pada barista kopi macam apa yang dijual dan jenis mana yang kira-kira sesuai dengan kantong mereka.

3. Tidak sabar saat memesan minuman yang dikustomisasi.

Barista kopi di cofee shop. (Unsplash/Aleksander Borzenets)
Barista kopi di cofee shop. (Unsplash/Aleksander Borzenets)

Di beberapa kafe, konsumen dapat memesan kopi sesuai keinginan mereka dan melakukan kustomisasi sesuka hati.

Meski begitu, ingatlah bahwa minuman kustomisasi akan membutuhkan waktu lebih lama dan usaha lebih banyak dalam prosesnya.

"Aku pernah mendapat konsumen yang ingin minumannya dibuat ulang karena memiliki sedikit busa di atasnya," ujar seorang barista. "Itu menyebalkan. Rekan kerjaku akan berdebat soal siapa yang harus membuat minumannya karena kami terus membuat kesalahan."

Selain itu, konsumen yang terburu-buru ingin minumannya selesai dan sampai memarahi barista biasanya adalah tipe konsumen paling tidak disukai.

4. Mengasumsikan bahwa kopi berbahan dasar espresso jadi lebih cepat.

Espressi memang dibuat dengan mesin, dan nama 'espresso' sendiri seolah berarti sesuatu yang dibuat dengan cepat.

Namun, faktanya, pembuatan espresso juga butuh proses dan waktu.

"Beberapa orang berpikir jika espresso selalu ada dan siap dikonsumsi karena namanya," jelas barista bernama Milos. "Tapi, minuman berbasis espressi membutuhkan waktu dan pengalaman menunggu espresso jadi adapah sesuatu yang spesial."

Jadi, bagi Anda yang terburu-buru, tidak ada salahnya menghindari memesan espresso atau minuman berbasis espresso seperti latte atau cappucino.

Berita Terkait

Berita Terkini