Food

Waspada, Pola Makan Buruk Sebabkan Kematian Tertinggi di Dunia, Mengapa?

Pola makanmu, harimaumu.

Rauhanda Riyantama | Aditya Prasanda

Ilustrasi junk food. (Pixabay Free to Use Sounds)
Ilustrasi junk food. (Pixabay Free to Use Sounds)

Guideku.com - Kamu jarang mengonsumsi buah, sayuran, gandum maupun makanan berserat? Kamu juga kerap melahap makanan begitu banyak dengan pola yang tak tepat?

Waspadalah, sebab belum lama ini, sebuah riset yang diterbitkan di Lancet Medical Journal menyebut bahwa pola makan keliru merupakan satu dari enam penyebab kasus kematian tertinggi di dunia.

Tak dapat dianggap sepele, pola makan keliru menurut para peneliti bahkan sama berbahayanya dengan menghisap asap rokok.

''Semakin buruk pola makan, semakin besar pula peluang untuk membunuh diri sendiri,'' ujar Dokter Ashkan Afshin dalam penelitiannya yang dirilis melalui Lancet Medical Journal, seperti dikutip Guideku.com dari Daily Mail.

(Pixabay StevePB)
(Pixabay StevePB)

 

Melalui penelitiannya, sang dokter menemukan sekitar 15 persen penyebab kematian di Inggris atau setara 89 ribu kematian per tahunnya disebabkan oleh pola makan yang buruk.

Hal senada juga dibenarkan para peneliti dari University of Washington, Amerika Serikat yang menyebut sebagian besar kasus kematian akibat serangan jantung, diabetes hingga kanker disebabkan oleh pola makan yang keliru.

Riset ini juga diperkuat fakta semakin banyaknya orang di segala usia yang enggan mengonsumsi buah dan sayuran.

Tak hanya itu, konsumsi makanan cepat saji yang kian pesat juga disebut sebagai faktor utama pola makan penduduk dunia yang kian buruk. Bahkan pola makan yang tak tepat dapat menyebabkan risiko terserang 12 jenis kanker.

''Penelitian ini menegaskan betapa buruknya bahaya akibat pola makan yang keliru dan menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia,'' lengkap Tracy Parker, perwakilan dari British Heart Foundation yang menegaskan kebenaran riset ini secara ilmiah.

So, masihkah kamu tak peduli dengan pola makanmu sendiri?

Berita Terkait

Berita Terkini