Food

Ikan Asin Picu Kanker Nasofaring, Penyakit yang Diderita Ustaz Arifin Ilham

Ustaz Arifin Ilham sempat menjalani perawatan di Malaysia, melawan kanker nasofaring yang dideritanya.

Dany Garjito

Ustaz Arifin Ilham. [instagram/alvin_411]
Ustaz Arifin Ilham. [instagram/alvin_411]

Guideku.com - Setelah sempat mengalami masa kritis, Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia. Berita duka tersebut disampaikan oleh Muhammad Alvin Faiz, anak sulung Ustaz Arifin Ilham lewat akun Instagramnya.

"Innalillahiwainnailaihirojiun Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham. Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah swt, aamiin," tulis Alvin di caption Instagram.

Dalam keterangan selanjutnya, Ustaz Arifin Ilham rencananya akan segera dibawa ke Indonesia dari Malaysia dan dikuburkan di Pesantren Azzikra, Gunung Sindur.

Postingan Alvin terkait kondisi Ustaz Arifin Ilham.
Postingan Alvin terkait kondisi Ustaz Arifin Ilham.

 
"Insya Allah secepatnya Abi dipulangkan dari Malaysia dan dimakamkan di pesantren Azzikra gunung sindur bogor. Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah," pungkas Alvin.

Seperti yang diketahui kini Ustaz Arifin Ilham sempat menjalani perawatan intensif di Penang, Malaysia untuk melawan kanker nasofaring yang dideritanya.

Ustaz Arifin Ilham. [Instagram]
Ustaz Arifin Ilham. [Instagram]

 

Umumnya, kanker nasofaring ini sama dengan jenis kanker lainnya yang bisa menyerang siapa pun tanpa memandang usia, genetika, gaya hidup dan faktor lingkungan.

Pola makan sehari-hari yang tidak baik juga dapat memicu kanker nasofaring. Salah satunya jika terlalu sering menngonsumsi ikan asin.

Dilansir dari thestandard.com, ikan asin yang banyak disukai lapisan masyarakat ternyata dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Sebuah penelitian kanker menyatakan ikan asin termasuk golongan 1 karsinogen yang dapat menyebabkan kanker nasofaring.

Hal tersebut disebabkan karena, ikan asin mengandung senyawa N-nitroso yang terbentuk selama produksi dan pengukusan. Selain ikan asin, daging maupun makanan lain asin juga tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi.

Senyawa N-nitroso dalam ikan asin itulah yang dapat memengaruhi kadar nitrit dan nitrat dalam garam mentah.

Sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui bahwa ikan asin maupun makanan asin lainnya yang dikonsumsi berlebih bisa meningkatkan risiko kanker nasofaring.

SUARA.com/Shevinna Putti Anggraeni

Berita Terkait

Berita Terkini