Food

Menteri Susi Disindir karena RI Masih Impor Ikan Asin

Awalnya menyindir soal ikan asin impor, Tengku Zul didebat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dany Garjito

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Suara.com)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Suara.com)

Guideku.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain kena 'semprot' Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti setelah cuitannya terkait Indonesia impor ikan asin.

Berawal ketika Tengku Zul membagikan tautan artikel dari media daring (daring) dengan judul headline 'Indonesia Impor Ikan Asing dari Taiwan dan Thailand' melalui akun jejaring sosial Twitter @ustadtengkuzul.

Dalam cuitannya, Tengku Zul menyoroti luasnya lautan Indonesia yang diklaim lebih dari 99 ribu kilometer. Dia mempertanyakan alasan Indonesia masih mengimpor ikan asin.

Dia sempat mempertanyakan apakah Indonesia negeri yang salah urus. Pun Tengku Zul 'memprovokasi' kepada 'tim sorak' untuk menyerbunya dan tidak diam saja.

"Dengan bentang laut lebih 99.000 kilometer, dan menjadi paling luas kedua setelah Canada. Indonesia impor ikan asin dari Thailand dan Taiwan. Kenapa? Salah uruskah negeri ini? Ayo tim sorak serbu! Jangan diam saja ya," cuit Tengku Zul seperti dikutip SUARA.com, Sabtu (15/6/2019).

Cuitan Tengku Zul memancing amarah Susi Pudjiastuti. Dia, menggunakan akun Twitter @susipudjiastuti, ikut berkicau membalas twit Tengku Zul tersebut.

Susi mempertanyakan tahun dan alasannya. Dia pun menyemprot Tengku Zul.

"Tahun berapa dan kenapa? Anda pikir masyarakat bodoh? Mereka jauh lebih pintar dari kita, kita artinya Anda dan saya lebih bodoh!!!" kicau Susi Pudjiastuti.

Salah seorang warganet ikut 'mengompori' twitwar tersebut. Dia berharap Susi Pudjiastuti menyuruh menyantap ikan agar lebih pintar.

"Bu susi saran saya beliau suruh makan ikan dulu biar lebih pinter, abis itu tenggelamkan wkwk," cuit akun @arkhitaa.

Susi Pudjiastuti menjawab singkat, "Setuju."

Kemudian, cuitan tersebut dibalas oleh Tengku Zul. Dia mengklaim, sebagai anak Melayu, lebih banyak mengonsumsi ikan ketimbang Susi Pudjiastuti.

"Alhamdulillah sebagai anak Melayu yang siang malam dekat laut, saya yakin saya lebih banyak makan ikan daripada Ibu Susi. Apalagi tim sorak," kicau Tengku Zul.

Kemudian, Tengku Zul kembali berkicau. Sambil me-mention Susi Pudjiastuti, dia membagikan hasil bidik layar pencarian Google terkait berita ikan asin impor.

"Tercatat dari tahun 2014 sampai 2017 RI masih impor ikan asin. @susipudjiastuti memang kita bodoh lah kalau begitu. Untuk tahun 2018, belum ada berita masih impor atau sudah mandiri. Walau saya tidak ikut menentukan kebijakan bodoh itu," kicau Tengku Zul.

Sebagai informasi, berdasarkan data FAO 2016, Indonesia mampu menjadi negara kedua terbesar untuk produksi perikanan dunia setelah Cina, pada tahun 2014 dengan produksi perikanan budidaya China mencapai 58,8 juta dan Indonesia mencapai 14,3 juta (dengan total senilai 10.50 miliar) dan diikuti oleh India yang produksinya mencapai 4,9 juta (termasuk rumput laut).

Jumlah pembudidaya ikan di Indonesia juga meningkat dari 2,50 juta orang pada tahun 2005 hingga 3,34 juta orang pada tahun 2014. Serta budidaya rumput laut di Indonesia merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan produksi rumput laut di dunia, dengan jumlah produksi meningkat lebih dari 10 kali pada tahun 2014, dibandingkan pada tahun 2005.

SUARA.com/Rendy Adrikni Sadikin

Berita Terkait

Berita Terkini