Food

Viral Tren Minum Selada Bikin Tidur Nyenyak, Simak Penjelasan Pakar Berikut

Belakangan tren minum air selada sedang mondar-mandir di media sosial, dikalim bisa bikin tidur berkualitas. Benarkah?

Arendya Nariswari

Ilustrasi Minum (Pixabay/stokpic)
Ilustrasi Minum (Pixabay/stokpic)

Guideku.com - Baru-baru ini, viral aksi seorang pengguna TikTok mencoba mengonsumsi selada dengan cara direbus dan diseduh airnya.

Konon katanya,  daun selada rebus atau minum teh selada bisa membantu mereka tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak setiap malam.

Dari video yang diuggah, terdapat saran penyajian untuk air selada tersebut. Mereka menyarankan untuk merebus daun selada dalam air mendidih selam 10 menit.

Saat pandemi virus corona Covid-19 pola tidur kebanyakan orang memang tidak sedikit yang terganggu. Tapi, apakah minum teh selada atau air rebusan selada ini bisa membantu tidur nyenyak?

Selada tertentu, seperti romaine mengandung fitonutrien yang disebut lactucarium yang memiliki efek menyenangkan dan merangsang tidur. Selada tak hanya membantu tidur lebih nyenyak, tetapi juga telah terbukti memberikan efek positif pada tidur.

Satu studi menemukan bahwa selada romaine merupakan sumber pendukung tidur dan mengandung antioksidan yang melindungi dari stres yang disebabkan oleh gangguan tidur.

Selada. (Bhg.com)
Selada. (Bhg.com)

"Banyak makanan yang memang diketahui bisa membantu tidur lebih efektif. Tapi, tak banyak yang tahu kalau selada bisa membantu tidur," kata Dr Verena Senn, pakar tidur di The Sleep Foundation dikutip dari Metro UK.

Jika Anda mencari makanan kaya asam amino yang dikenal sebagai triptofan, Anda bisa menemukannya dalam telur, kiwi dan kacang-kacangan. Triptofan adalah zat yang bisa membantu tubuh memproduksi hormon tidur melatonin.

Melatonin inilah yang akan membantu mengatur jam tubuh dengan lebih baik. Dr Verena menyarankan orang-orang untuk mengonsumsi camilan ini sebelum tidur, yang lebih memuaskan daripada minum air selada.

Karena makan terlalu dekat dengan waktu tidur akan memiliki efek berlawanan, akibat tubuh akan lebih sibuk mencerna makanan daripada tidur. Pastikan, Anda mengonsumsinya beberapa jam sebelum tidur. (Suara.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Berita Terkait

Berita Terkini