Food

Filosofi di Balik Rendang, Salah Satu Masakan Terenak di Dunia

Awas jangan sampai ngiler waktu baca sejarah dan filosofinya!

Dinar Surya Oktarini | Amertiya Saraswati

Filosofi Rendang (Pixabay)
Filosofi Rendang (Pixabay)

Guideku.com - Siapa sih yang nggak kenal rendang? Makanan satu ini sudah terkenal dari ujung Sabang sampai Merauke karena kelezatannya yang memang merasuk di lidah.

Tidak hanya itu, rendang juga disebut-sebut sebagai salah satu makanan terenak di dunia yang disukai turis-turis asing.

Hingga tahun 2018 ini pun, rendang masih masuk ke dalam daftar makanan terlezat di dunia versi CNN Internasional.

Namun, di balik kelezatannya, apa kamu tahu sejarah dan makna di balik rendang ini?

Filosofi Rendang (Pixabay)
Filosofi Rendang (Pixabay)

 

Rendang adalah masakan khas rakyat Minangkabau, Sumatera Barat. Makanan ini konon sudah ada sejak ratusan tahun lalu, tepatnya sekitar abad ke-16.

Masakan ini muncul karena masyarakat Minang di kala itu kerap melakukan perjalanan laut menuju Selat Malaka dan Singapura.

Perjalanan ini bisa memakan waktu sekitar sebulan lamanya, dan selama itu pulalah rakyat Minang akan terombang-ambing di atas kapal tanpa tempat pemberhentian.

Oleh karena itulah, mereka mencoba menciptakan makanan yang tahan lama dan tidak mudah basi meski disimpan hingga sebulan lamanya.

Filosofi Rendang (Pixabay)
Filosofi Rendang (Pixabay)

 

Pada saat itu, rendang dibuat dari daging kerbau yang diberi aneka macam bumbu rempah-rempah alami.

Uniknya, gabungan rempah-rempah seperti cabai, kunyit, jahe, lengkuas, dan lain-lainnya ini memiliki sifat antimikroba dan bisa berguna sebagai pengawet alami.

Nama rendang sendiri berasal dari kata ''merandang'', yaitu proses memasak daging selama berjam-jam lamanya hingga kuahnya kering dan awet untuk jangka waktu lama.

Filosofi Rendang (Pixabay)
Filosofi Rendang (Pixabay)

 

Nah, keunikan rendang nggak berhenti sampai situ saja, guys.

Rendang rupanya memiliki makna ''Musyawarah dan Mufakat'' serta melambangkan keutuhan masyarakat Minang pada kala itu.

Hal ini disimbolkan dari 4 bahan utama yang ada di dalam rendang.

Filosofi Rendang (instagram.com/chef.gunawan)
Filosofi Rendang (instagram.com/chef.gunawan)

 

Yang pertama, daging yang digunakan adalah lambang dari ''Niniak Mamak'' atau para pemimpin suku adat Minang.

Kedua, ada kelapa yang dijadikan santan dan merupakan lambang dari ''Cadiak Pandai'' atau kaum intelektual.

Lalu ada cabai yang merupakan gambaran dari ''Alim Ulama'' yang tegas dalam mengajarkan syariat agama.

Terakhir, bumbu-bumbu yang ada di rendang merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Dengan kata lain, masakan ini benar-benar kaya akan kebersamaan serta persatuan rakyat Minang.

Gimana? Jadi makin tahu kan kisah dibalik lezatnya makanan yang selalu sukses menggoyang lidahmu ini?

Berita Terkait

Berita Terkini