Food

Mengapa Masyarakat Vietnam Begitu Menggemari Daging Ular?

Ular disajikan di meja makan kamu? seperti apa ya?

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Ilustrasi kuliner. (Pixabay)
Ilustrasi kuliner. (Pixabay)

Guideku.com - Tak sulit menemukan kuliner ekstrem dijajakan di sudut kota Vietnam.

Dari sup ulat, kadal goreng hingga serangga bakar dapat dengan mudah kita temukan di negara berpenghuni 93 juta penduduk tersebut.

Dan di antara sederet makanan ekstrem itu, masyarakat Vietnam konon paling menggemari olahan daging ular.

Di Vietnam, daging ular biasa disajikan bersama sup ditemani rice wine yang telah dicampur darah ular.

Daging hewan melata itu dipercaya dapat mengobati sakit kepala, memperbaiki sistem pencernaan, menurunkan demam hingga meningkatkan vitalitas di ranjang.

Kuliner ular di Vietnam (Hindustan Times)
Kuliner ular di Vietnam (Hindustan Times)

 

Tak heran, banyak pemuda Vietnam yang menjadi pemburu ular demi sekadar mengisi waktu luang atau bahkan jadi profesi harian.

Para pemburu ini mengamini betul manfaat daging ular bagi kesehatan tubuh, terutama untuk meningkatkan kualitas tulang.

''Tak hanya rasanya lezat, daging ular sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan tulang,'' ujar Quoq Khanh, seorang pemburu ular di hutan Vietnam, seperti dikutip Guideku.com dari Hindustantimes.

Kuliner ular di Vietnam (Hindustan Times)
Kuliner ular di Vietnam (Hindustan Times)

 

Sementara di restoran-restoran Vietnam, kecuali kepala dan sisiknya, nyaris semua bagian tubuh ular dikonsumsi, tak terkecuali darah ular.

Namun menurut kepercayaan masyarakat setempat, hanya pria berusia di atas 50 tahun yang disarankan meminum darah ular. Sebab pria berusia di bawah 50 tahun yang mengkonsumsi darah ular diyakini dapat menderita efek samping macam impotensi dan nyeri punggung.

Betapapun daging ular menjadi kuliner favorit masyarakat Vietnam, ternyata tradisi turun temurun ini disinyalir dapat mengganggu ekosistem di hutan.

Iona Dungler, seorang pakar satwa liar dari Four Paws International bahkan turut mengecam proses penyembelihan daging ular yang menurutnya kerap menyakitkan dan tak manusiawi.

''Tak hanya merusak ekosistem hutan, penyembelihan ular juga begitu memprihatinkan. Apapun alasannya, penyembelihan ular hari ini tak dapat dibenarkan,'' pungkas Dungler.

Berita Terkait

Berita Terkini