Food

Di Balik Keindahan Kae Sa Luk, Seni Ukir Buah di Thailand

Tradisi ini diwariskan secara turun temurun lho!

Dinar Surya Oktarini | Aditya Prasanda

Ilustrasi (Pixabay Suanpa)
Ilustrasi (Pixabay Suanpa)

Guideku.com - Dari bermacam seni ukir yang tumbuh mengiringi peradaban manusia, Fruit Carving atau seni mengukir buah merupakan salah satu jenis seni ukir yang memiliki sejarah menarik. Di Thailand, seni ukir buah ini disebut 'Kae Sa Luk'.

Konon, Kae Sa Luk tumbuh ratusan tahun lalu, yakni sekitar abad ke 14 pada masa Dinasti Sukhothai.

Dahulu, tradisi ini ditampilkan di dalam upacara keluarga kerajaan. Buah-buah tersebut diukir dan dihias sedemikian rupa agar terlihat menarik sebelum disantap.

Hari ini, tradisi Kae Sa Luk dikenal masyarakat Thailand secara luas berkat Festival Loy Krathong yang digalakkan secara turun temurun.

Ilustrasi (Pixabay Suanpa)
Ilustrasi (Pixabay Suanpa)

 

Festival tahunan yang diadakan setiap bulan November ini diadakan untuk menghormati roh-roh yang menghuni sungai. Saat festival ini dimulai, lentera-lentera dialirkan di atas permukaan sungai.

Konon dahulu, salah seorang pelayan raja menghias lentera ini dengan semangka yang diukir bak bunga.

Raja yang terkesan kemudian meminta semua wanita di Thailand mempelajari teknik seni ukir buah tersebut.

Sang raja bahkan meminta seni ukir buah Kae Sa Luk masuk dalam kurikulum sekolah dasar.

Ilustrasi (Pixabay 27707)
Ilustrasi (Pixabay 27707)

 

Untuk membuat ukiran buah, kita sangat disarankan menggunakan buah dan sayuran berbentuk bulat macam semangka, tomat, labu, buah naga, dan melon.

Bermacam ukiran pun dapat dikreasikan dari bentuk kelopak bunga, motif bebas hingga menyerupai penampakan hewan.

Untuk menghasilkan ukiran dengan detail yang baik, kita harus memiliki alat ukir macam cutter, pisau bergerigi dan pisau ukir.

Di Thailand, seni ukir buah, Kae Sa Luk menjelma tradisi yang selalu dilestarikan. Setiap tahunnya, kompetisi Kae Sa Luk selalu digelar.

Berita Terkait

Berita Terkini