Food

Mantap, Daerah Ini Kirim 1 Ton Rendang Untuk Pengungsi di Palu

''Tidak benar jika rendang tersebut buat pejabat di sana,'' tulis akun Twitter Sutopo_PN.

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP), Sutopo Purwo Nugroho. (Risna Halidi/Suara.com)
Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP), Sutopo Purwo Nugroho. (Risna Halidi/Suara.com)

Guideku.com - Aktivitas di Palu berangsur normal pasca gempa bumi dan tsunami menghantam ibu kota Sulawesi Tengah tersebut.

Aliran listrik kembali terhubung ke sejumlah titik di perkotaan, bersamaan dengan itu akses menuju lokasi pengungsian kian terbuka dan mudah dilewati.

Para pengemudi transportasi online mulai beroperasi, beberapa restoran kembali buka, pasar pun kian ramai.

Para penjual sayur dan berbagai bahan makanan tampak kembali menjajakan dagangan mereka.

Data terakhir dari BNPB menyebutkan, jumlah korban jiwa baik di Palu, Donggala dan seluruh area terdampak gempa dan tsunami bertambah hingga 2.010 orang.

Meski perlahan kondisi membaik, beberapa daerah masih kekurangan akses akomodasi sehari-hari macam makanan.

Bantuan pun terus mengalir dari berbagai sudut Indonesia, tak terkecuali dari Sumatera Barat.

Menanggapi kondisi tanggap bencana di Palu dan sekitarnya, Pemerintah Daerah Sumbar mengirimkan bantuan berupa 1 ton rendang.

Hal ini diketahui langsung dari akun Twitter resmi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Melalui akun Twitternya, akun Sutopo_PN berusaha mengklarifikasi desas desus yang beredar di masyarakat bahwa rendang ini diperuntukkan buat para pejabat setempat.

''Rendang 1 ton bantuan Pemda Sumbar sudah dibagikan kepada pengungsi akibat bencana di Palu dan sekitarnya. Tentu tidak semua mendapat rendang karena jumlahnya terbatas. 1 ton itu tidak mencukupi untuk semua pengungsi. Tidak benar juga jika rendang tersebut buat pejabat disana,'' tulis akun Twitter Sutopo_PN.

(Twitter Sutopo PN)
(Twitter Sutopo PN)

 

Semoga semua bantuan tersalurkan pada masyarakat yang membutuhkan ya!

Berita Terkait

Berita Terkini