Food

Budaya Beberes Tuai Pro Kontra, Ini Kata KFC Indonesia

Tak sedikit yang menganggap Budaya Beberes ini percuma.

Dany Garjito

Makanan di KFC (Unsplash/aleksdorohovich)
Makanan di KFC (Unsplash/aleksdorohovich)

Guideku.com - Belum lama ini, akun KFC Indonesia mengunggah foto dengan keterangan yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai membudayakan perilaku beberes setelah makan lewat gerakan Budaya Beberes.

Bukannya mendapat apresiasi, foto tersebut malah menuai pro kontra di masyarakat.

Beberapa dari warganet kecewa dan menganggap KFC Indonesia menyerukan gerakan yang sia-sia.

"Heleh, sudah mahal dikenain pajak konsumen, disuruh rapiin sendiri, dasar kapitalis rakus," tulis salah satu pengguna media sosial Facebook di laman komentar KFC Indonesia.

Dihubungi Suara.com, General Manager Marketing KFC Indonesia, Hendra Yuniarto, mengatakan bahwa kampanye #BudayaBeberes sudah dimulai sejak Februari tahun 2018 yang lalu.

BACA JUGA: KFC Budayakan Hal Ini Setelah Makan, Konsumen Malah Berontak

"Sama seperti kampanye #NoStrawMovement yang lebih dulu berjalan di seluruh store KFC, kampanye #BudayaBeberes merupakan wujud kepedulian KFC Indonesia terhadap kelestarian lingkungan dengan cara mengedukasi konsumen akan pentingnya upaya pemilahan sampah," ujar Hendra kepada Suara.com.

Hendra melanjutkan, kampanye #BudayaBeberes adalah upaya KFC Indonesia untuk mengedukasi konsumen akan pentingnya pemilahan sampah, yang dimulai dari membereskan sisa makanan dan minumannya sendiri.

Terkait dengan pro kontra gerakan #BudayaBeberes di media sosial, KFC Indonesia mencoba menanggapinya dengan santai.

BACA JUGA: Penampakan Brosur KFC Tahun 90-an, Goceng Bisa Makan Sepuasnya!

"Sama seperti tujuan awal yaitu untuk mengedukasi konsumen agar mereka juga mampu memilah sampah sendiri, hal ini diharapkan tidak hanya berlaku ketika konsumen makan di KFC Indonesia, tapi juga dapat diaplikasikan di tempat lain, bahkan di rumah sendiri," ungkap Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa kampanye #BudayaBeberes akan menjadi program yang berkelanjutan. "Tentunya kami juga butuh dukungan dari para konsumen terhadap program ini," pungkasnya.

SUARA.com/Risna Halidi

Berita Terkait

Berita Terkini