Food

Hii Jorok Banget, Penumpang Ini Dapat Makanan Berjamur di Pesawat

Penumpang pesawat ini mendadak kecewa dengan maskapai.

Galih Priatmojo | Arendya Nariswari

Ilustrasi makanan di pesawat. (Pixabay/funfunfun)
Ilustrasi makanan di pesawat. (Pixabay/funfunfun)

Guideku.com - Belum lama ini publik dibuat hilang nafsu makan saat mendengar kisah salah seorang penumpang pesawat.

Dilansir Suara.com dari laman Travel Pulse, Selasa (18/6/19), diketahui Jamie Lunde memesan makanan saat menggunakan pesawat milik United Airlines.

Betapa terkejutnya Jamie saat mengetahui dirinya nyaris memakan makanan di pesawat yang sudah berjamur.

Awalnya, Jamie merasa tak ada apa-apa ketika memesan makanan berupa Tapas Box milik United Airlines dengan rute penerbangan dari Dallas menuju Los Angeles.

Setelah beberapa gigitan, Jamie menyadari bahwa bagian lain makanan tersebut terdapat bulu-bulu halus jamur.

Jamie yang kesal kemudian melapor kepada awak kabin atas makanan berjamurnya tersebut.

Mirisnya lagi, bukannya mendapat ganti, Jamie malah diharuskan membayar double atas makanan berjamur yang didapatkannya itu.

Penumpang ini dapatkan makanan berjamur di pesawat. (Instagram/@tjlunde123)
Penumpang ini dapatkan makanan berjamur di pesawat. (Instagram/@tjlunde123)

"Saat diperhatikan awak kabin, mereka mengambil kartu kreditku, bukan untuk melakukan refund tapi malah aku harus membayar dua kali," tulis Jamie melalui Instagram.

Tidak sedikit warganet yang menanggapi kisah Jamie.

Mereka mengungkapkan bahwa United Airlines harus bertanggung jawab atas kejadian tidak menyenangkan itu.

"Ayolah United Airlines, coba perbaiki ini," ungkap salah seorang warganet.

Tak perlu tunggu waktu lama, akhirnya pihak United Airlines meminta maaf atas kejadian yang menimpa Jamie.

Pihak maskapai akan segera menyampaikan permasalahan tersebut kepada pihak katering agar tidak terulang kembali.

"Kami begitu menyesal, ada produk makanan yang tidak memenuhi standar. Kami sudah menghubungi langsung konsumen bersangkutan untuk meminta maaf. Kami akan meninjau ulang masalah ini dengan pihak supplier," tutur juru bicara United Airlines.

Berita Terkait

Berita Terkini