Travel

Gara-gara Pil Tidur, Pria Ini Dilarang Naik Pesawat

Nah lho, jangan ditiru ya gaes!

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Ilustasi kabin pesawat. (Pixabay)
Ilustasi kabin pesawat. (Pixabay)

Guideku.com - Stephen Bennett hanya menginginkan tidur yang nyenyak dan berkualitas saat mengudara dan ia tidak pernah menyangka niatnya terlelap nyenyak menggunakan pil tidur dapat mendatangkan sial baginya.

Bersama istri dan anaknya, Bennett bertolak dari Burnaby, Kanada menggunakan pesawat maskapai WestJet demi menghabiskan liburan di Kuba.

Dalam perjalanan, pesawat yang ditumpangi Bennett singgah ke Toronto.

Bennet yang diketahui baru saja pulih dari serangan stroke dua bulan sebelumnya membutuhkan istirahat yang cukup, terlebih saat harus mengudara dengan penerbangan yang jauh dan tidak sebentar.

Merasa tidak memperoleh istirahat yang maksimal dalam penerbangan pertamanya, Bennett memberanikan diri menegak pil tidur atas saran dokter pribadinya.

Nahas pil yang ia tegak bekerja terlalu baik, hingga Bennett terlelap dengan amat.

Seorang pramugari berusaha membangunkannya dari tidur namun ia tak bereaksi.

Ia tertidur di bandara Toronto, begitu lelap bahkan dikira tewas oleh otoritas penerbangan.

Panik, tim medis pun segera didatangkan, melakukan pengecekan menyeluruh pada tubuh Bennett. Mereka menemukan pil tidur dalam tubuhnya.

Begitu terjaga, Bennett dan keluarganya mendapat teguran keras dari pihak maskapai untuk tidak dapat melanjutkan perjalanan kembali sebab insiden pil tidur yang membuat satu bandara geger tersebut.

(Wikimedia Commons Alasdair Mclellan)
(Wikimedia Commons Alasdair Mclellan)

Bennett terpaksa merogoh kocek sebesar 1.525 dollar AS atau setara Rp 22,7 juta untuk penerbangan selanjutnya ke Kuba.

Merasa terhina, Bennett berniat menuntut kompensasi dari pihak maskapai namun agaknya hal itu tak akan terjadi.

Pihak maskapai WestJet menyebut tindakan tegas itu memang diperlukan.

''Kami mendukung penuh keputusan awak kami dan kami percaya apa yang kami tawarkan pada tamu di situasi darurat tersebut sangatlah wajar,'' tegas otoritas WestJet seperti dikutip Guideku.com dari Travel and Leisure.

Berita Terkait

Berita Terkini