Travel

Dari Naik Kereta hingga Ajak Peliharaan, Ini 10 Tren Traveling Tahun 2020

Travelers, sudah siap menyambut deretan tren ini di tahun 2020 nanti?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Traveling (Pixabay)
Ilustrasi Traveling (Pixabay)

Guideku.com - Tahun baru 2020 segera datang. Sembari menghitung hari, aneka prediksi tren anyar mulai dari fashion, makanan, makeup, hingga travel pun mulai bermunculan.

Dalam hal traveling, ada berbagai macam tren baru yang diprediksi naik daun di tahun 2020 nanti.

Tak sekadar wisata biasa, beberapa tren terbaru ini bakal melibatkan binatang peliharaan hingga merespons isu-isu mengenai lingkungan.

Dilansir dari Pop Sugar, berikut 10 tren traveling yang diprediksi akan menghiasi tahun 2020. Apa saja?

Ilustrasi traveler paling baik hati (Pixabay/rawpixel)
Ilustrasi traveler (Pixabay/rawpixel)

1. Traveling khusus perempuan

Traveling bersama teman-teman geng perempuan telah menjadi tren di tahun 2019 dan mengalami peningkatan sebesar 106 persen.

Tahun 2020 nanti, angka ini akan terus berkembang. Banyak daerah wisata pun mulai menyediakan pengalaman-pengalaman baru khusus untuk perempuan.

2. Traveling dengan binatang peliharaan

Tak perlu cemas meninggalkan peliharaan, kini traveling dengan binatang kesayangan akan menjadi tren di tahun 2020.

Bahkan, tak sedikit hotel di dunia yang mulai menyediakan paket perawaran khusus untuk binatang peliharaan, lho!

3. Traveling dengan kereta

Kereta bakal menjadi salah satu opsi kendaraan untuk traveling yang naik daun di tahun 2020.

Alih-alih menggunakan pesawat yang sampai lebih cepat, menikmati waktu perjalanan yang santai dan menikmati pemandangan dari kereta akan menjadi salah satu tren traveling terbaru.

Ilustrasi penumpang kereta. (Pixabay/Dianznash)
Ilustrasi penumpang kereta. (Pixabay/Dianznash)

4. Second city

Tren "second city" juga akan menjadi salah satu yang digemari travelers. Tren ini sendiri mengacu pada travelers yang memilih untuk menghindari destinasi atau kota overtourism.

Alih-alih, travelers akan lebih tergoda untuk mencari kota atau destinasi lain yang menawarkan suasana serupa tapi tidak padat turis.

5. Liburan di hotel

Melewatkan liburan di hotel merupakan sesuatu yang kini dirasa wajar. Tanpa perlu bepergian, hotel dapat dijadikan tempat untuk kumpul keluarga hingga bersantai.

Tak heran, banyak hotel akan mulai menawarkan paket dan event spesial agar liburan lebih berkesan.

6. Wisata alam liar yang bertanggung jawab

Bagi beberapa orang, berpetualang di alam liar dan bersafari adalah tantangan tersendiri.

Di tahun 2020, safari masih akan menjadi tren. Namun, aktivitas wisata alam liar yang lebih bertanggung jawab, aman, dan ramah lingkunganlah yang bakal diburu travelers.

Ilustrasi gajah di taman safari. (Pexels/Oleksandr Pidvalnyi)
Ilustrasi gajah di taman safari. (Pexels/Oleksandr Pidvalnyi)

7. Penginapan mewah dan ramah lingkungan

Bukan rahasia lagi jika aktivitas traveling ramah lingkungan sedang naik daun. Begitu pula halnya dengan tren penginapan mewah yang ramah lingkungan dan menyajikan keindangan pemandangan alam.

Selain menghadirkan kenyamanan, penginapan yang menyatu dengan alam dan memperhatikan kesejahteraan warga lokal akan lebih disukai di tahun 2020.

8. Traveling di sela peak season

Demi menghindari keramaian dan mencari harga yang lebih murah, tren shoulder season juga akan mulai digemari di tahun 2020.

Shoulder season adalah istilah bagi travelers yang mengunjungi destinasi wisata terkenal tepat sebelum atau sesudah peak season.

Dengan begini, travelers dapat menikmati harga yang jauh lebih murah dan situasi yang lebih kondusif.

Olahraga. (Pixabay)
Olahraga. (Pixabay)

9. Traveling untuk event olahraga

Tahun 2020 akan menjadi salah satu tahun yang mempunyai banyak event olahraga, termasuk Olimpiade Tokyo 2020.

Tak heran, banyak travelers yang akan termotivasi untuk bepergian karena acara-acara olahraga tersebut.

10. Traveling one-stop-shop

Terakhir, ada tren one-stop-shop bagi travelers yang ingin punya rencana liburan lengkap dan berkualitas.

Dalam one-stop-shop, travelers bakal dipasangkan dengan pemandu wisata lokal, penginapan unik, hingga pengalaman yang kaya akan kearifan budaya setempat.

Berita Terkait

Berita Terkini