Travel

Ngeri, Ini 4 Kota Hantu yang Ditinggalkan Akibat Wabah

Tak lagi aman ditinggali manusia, sederet tempat ini pun berubah menjadi kota hantu.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi kota ditinggalkan. (Pixabay/harutmovsisyan)
Ilustrasi kota ditinggalkan. (Pixabay/harutmovsisyan)

Guideku.com - Wabah virus Corona yang bermula di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China sudah mulai menyebar ke negara lain.

Seiring dengan bertambahnya jumlah korban meninggal dan terinfeksi, akses ke kota Wuhan pun ditutup untuk menghindari penyebaran lebih lanjut.

Tak pelak, kondisi kota Wuhan pun kini terasa sepi dan banyak yang mendeskripsikannya sebagai kota hantu atau kota mati.

Di sisi lain, kisah mengenai kota-kota yang ditinggalkan penduduknya karena serangan wabah sebenarnya tak lagi asing terdengar.

Sejarah mencatat, ada beberapa kota di dunia ini yang terpaksa ditinggalkan karena virus atau wabah yang ada tak lagi bisa ditangani.

Dirangkum dari beberapa sumber, inilah deretan kota hantu di dunia yang ditinggalkan penduduknya akibat wabah penyakit.

1. Poveglia

Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)
Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)

Poveglia adalah sebuah pulau yang terletak di dekat Venesia dan dibangun pada tahun 1793-1814 silam sebagai tempat karantina wabah.

Saat itu, total ada 160.000 warga yang terinfeksi hidup di sana hingga meninggal dunia. Saking banyaknya, ada rumor jika 50% tanah di Poveglia mengandung sisa-sisa tengkorak manusia.

Selain digunakan untuk karantina wabah, Poveglia juga pernah dipakai untuk mendirikan rumah sakit jiwa di mana salah satu dokternya gemar menyiksa pasien.

Karena sejarahnya yang kelam dan berhubungan dengan wabah ini, tak heran Poveglia pun ditinggalkan dan dilarang dikunjungi turis.

2. Dargavs

Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)
Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)

Dargavs adalah sebuah desa kuno di Ossetia, Rusia yang penuh dengan misteri. Nama desa ini juga bisa diartikan sebagai "Kota Orang-orang Mati".

Di Dargavs, terdapat mitos bahwa mereka yang mencoba masuk ke kota itu tidak akan keluar dalam keadaan hidup.

Sementara pada abad ke-18, sebuah wabah melanda daerah Ossetia termasuk kota Dargavs. Waktu itu, penduduk setempat membangun rumah karantina untuk mereka yang sakit.

Di sisi lain, mereka yang sakit tapi tidak punya keluarga akan menunggu di dekat kuburan sampai meninggal dunia.

Kini, Dargavs sebenarnya bisa dikunjungi turis. Namun, karena mitos dan kisah-kisah seram yang ada, kota ini pun cenderung kurang populer.

3. Craco

Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)
Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)

Kembali ke Italia, ada desa Craco yang didirikan pada abad ke-8. Desa ini berada di atas tebing setinggi 400 meter, sehingga memiliki panorama indah namun rentan terhadap tanah longsor.

Meski begitu, warga di desa ini menjadi salah satu yang terkena dampak Wabah Hitam. Saat itu, para warga di desa ini masih mencoba bertahan.

Namun, setelah akhirnya terkena bencana tanah longsor pada tahun 1991, Craco pun resmi ditinggalkan oleh penduduknya.

4. Old Goa

Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)
Kota Hantu yang Ditinggalkan Karena Wabah (Wikimedia Commons)

Terakhir, ada Old Goa di India yang dahulu pernah dijuluki sebagai "Roma di Timur". Pasalnya, kota ini memiliki arsitektur gereja dan katedral yang megah.

Old Goa merupakan sebuah kota yang maju, namun dihancurkan oleh wabah kolera dan malaria pada abad ke-17.

Pada akhirnya, Old Goa pun ditinggalkan penduduknya. Kini, hanya ada beberapa gereja dan katedral yang masih bisa digunakan, sementara sisanya adalah reruntuhan yang bisa dikunjungi wisatawan.

Berita Terkait

Berita Terkini