Viral Wanita Dianiaya di KRL, Mendadak Dipukuli hingga Hijabnya Dicopot

Wanita itu dipukuli oleh pria tak dikenal di dalam gerbong KRL.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Sabtu, 15 Februari 2020 | 08:30 WIB
Ilustrasi kereta MRT. (Pixabay/quinntheislander)

Ilustrasi kereta MRT. (Pixabay/quinntheislander)

Guideku.com - Belum lama ini, kejadian tak mengenakkan menimpa seorang wanita. Dia menjadi korban pemukulan di dalam KRL oleh penumpang pria tak dikenal. Wanita tersebut dipukuli hingga hijab yang dikenakannya copot usai ditarik paksa oleh pelaku.

Kejadian tragis tersebut dibagikan oleh akun Twitter @yassiloveit. Akun itu mengunggah video aksi pemukulan yang terjadi di dalam gerbong KRL rute Bogor dengan nomor K118610.

"Lagi keadaan himpit-himpitan kayak gini sempat-sempatnya berantem. Dan gilanya si cowok berani menarik kerudung cewek sampai lepas. Auto murka satu gerbong. Kereta Bogor: K1118610," tulis akun tersebut seperti dikutip Suara.com, Jumat (14/2/2020) kemarin.

Baca Juga: Bikin Prank Virus Corona di Kereta, Pria Ini Terancam Penjara 5 Tahun

Dalam video tersebut, tampak suasana dalam gerbong kereta yang sesak dipenuhi oleh para penumpang. Tidak terlihat jelas apa yang terjadi di dalam kereta tersebut, namun terdengar suara keributan yang terjadi.

Kronologi Kejadian

Korban pemukulan tersebut diketahui bernama Salsabila Rahmah. Melalui akun Instagram @salsarahmah1, Salsa menjelaskan kronologi kejadian tragis yang dia alami.

Baca Juga: Ngeri-Ngeri Sedap, Pasangan Ini Gelar Pernikahan di Pinggir Rel Kereta Api

Awalnya, ia menaiki kereta tujuan Bogor dan hendak turun di Stasiun Pasar Minggu. Saat kereta sudah mendekati Stasiun Pasar Minggu, Salsa meminta penumpang di hadapannya bergeser posisi agar ia bisa keluar dari kereta dengan cepat sebelum pintu kereta ditutup.

Seorang penumpang pria lainnya menegur Salsa. Pria tersebut menyebut bila stasiun yang dituju Salsa masih jauh dan meminta ia tak bergeser.

Aksi penganiayaan di KRL rute Bogor (ist)
Aksi penganiayaan di KRL rute Bogor (ist)

"Yaudah gue ngalah. Karena gue sebel, gue chat ke temen gue curhat (soal kejadian itu)," kata Salsa.

Baca Juga: Viral Kereta Berhenti Tunggu Kendaraan Lain Lewat, Begini Penjelasannya

Tak lama kemudian, pria yang menegurnya tadi secara tiba-tiba menarik ponsel Salsa dan memukul wajah hingga kepalanya. Pria itu juga menarik kerudung Salsa hingga terlepas.

"Habis itu pelaku langsung diamuk penumpang lain karena nggak ada satpam di dalam (gerbong) KRL," ungkap Salsa.

Pria itu dipaksa turun setibanya di stasiun terdekat yakni Stasiun Pasar Minggu. Pria tersebut tak hentinya memelototi Salsa dan mengucapkan kata-kata kasar.

Salsa yang mendapatkan perlakuan tak mengenakkan itu mengalami syok, tubuhnya gemetar ketakutan, lehernya mengalami memar. Beruntung penumpang lain di dalam gerbong segera membantu Salsa.

"Gue cuma gemetar dan nggak bisa berpikir apapunm di situ gue syok banget dan memilih turun di Stasiun Tanjung Barat," kata Salsa.

Respons Pihak KRL dan Polisi yang Mengejutkan

Setibanya di Stasiun Tanjung Barat, Salsa langsung melaporkan kejadian itu kepada petugas di stasiun. Ia meminta agar pihak KRL membuka rekaman CCTV agar pelaku dapat diadili.

Namun, pihak KRL menolak permintaan Salsa. KRL menegaskan CCTV cuma bisa dibuka untuk menelusuri barang kehilangan saja. Salsa diminta untuk membuat laporan kepolisian terlebih dahulu.

"Di situ gue mikir ya Allah kok barang lebih berharga daripada fisik yang mendapat kekerasan," ujar Salsa.

Kronologi penganiayaan di dalam KRL rute Bogor (ist)
Kronologi penganiayaan di dalam KRL rute Bogor (ist)

Setibanya di kantor polisi, Salsa kembali diminta menjelaskan kronologi. Namun, di sana ia justru dihardik oleh polisi dan disalahkan.

"Katanya 'Kamu harusnya teriak kan ada petugas yang bakal menangani, kalau kayak gini nggak ada saksi, kalau pihak pengamanan sana melihat kejadian dan lihat pelaku pasti bisa langsung dibawa ke sini'," ungkap Salsa.

Salsa merasa sangat kecewa atas sikap pihak kepolisian. Padahal, Salsa hendak menuntut keadilan atas kejadian yang dialaminya tapi malah mendapatkan respons yang tidak mengenakkan.

Ia memilih untuk pergi tanpa berpamitan dengan polisi tersebut. Salsa cuma bisa menangis atas segala yang dialaminya.

"Sekarang gue cuma bisa ikhlasin aja sama Allah, karena di saat kita berusaha sana sini untuk memperjuangkan hak dan nggak dapat apa-apa, cuma Allah tempat berserah diri," ujarnya. (Suara.com/ Chyntia Sami Bhayangkara)

Berita Terkait TERKINI
Bila sudah begitu, tentu perjalanan akan memakan waktu lebih lama karena kemungkinan jalanan kebih padat dari biasanya....
travel | 11:15 WIB
KBRI Tokyo juga secara simultan mendukung pelaksanaan Garuda Travel Fair serta mendorong pembukaan penerbangan langsung ...
travel | 11:00 WIB
Vaksinasi hanya sebatas anjuran dan sudah tidak lagi menjadi syarat wajib dalam bepergian naik KA saat mudik Lebaran 202...
travel | 10:59 WIB
Hasil survei mengungkap bahwa 4 dari 5 wisatawan peduli dengan perjalanan yang lebih ramah lingkungan....
travel | 17:09 WIB
Inilah beberapa hal menarik tentang Kamboja yang terlalu sayang dilewatkan....
travel | 13:57 WIB
Sudah beli tiket mudik Lebaran? Simak beberapa tips berburu tiket pesawat murah di bawah ini....
travel | 16:57 WIB
Banyak wisatawan berharap bisa menyaksikan langsung keindahan aurora, termasuk Rachel Vennya....
travel | 07:07 WIB
Mau naik balon udara seperti Fuji ketika liburan di Turki?...
travel | 07:34 WIB
Negara Vietnam belakangan menjadi tujuan liburan yang semakin disukai wisatawan asal Indonesia....
travel | 09:57 WIB
Jelajahi laut dengan mengikuti aturan keselamatan dan keamanaan....
travel | 21:45 WIB
Tampilkan lebih banyak