Travel

Menyisir Stone Town, Kampung Halaman Freddie Mercury

Penasaran seperti apa kampung halaman sang legenda? Yuk simak!

Dany Garjito | Aditya Prasanda

(Creative Commons License Billion Photos)
(Creative Commons License Billion Photos)

Guideku.com - Film biopic 'Bohemian Rhapsody' meledak, semeledak-ledaknya.

Biopic yang mengangkat perjalanan karir Queen dan kehidupan pribadi frontman mereka, Freddie Mercury ini sukses membuat ratusan juta pasang mata bersesakan memadati bioskop seluruh dunia.

Bahkan sepekan setelah penayangannya, 'Bohemian Rhapsody' sanggup memuncaki daftar film terlaris dengan pendapatan global sekitar Rp 1,8 triliun.

Di Youtube, video klip Bohemian Rhapsody yang diunggah akun resmi Queen disaksikan lebih dari 650 juta kali.

Sementara di pub dan kafe, tembang-tembang terbaik milik band asal Inggris tersebut diputar berkali-kali.

Demam Queen dimana-mana. Tak hanya mengobati rindu para penggemar mereka, generasi 70 hingga 90-an yang karib dengan lagu Queen, film biopic tersebut juga sukses memantik rasa penasaran para milenial.

Semua tak lepas dari kharisma dan magisnya warisan sang frontman, Freddie Mercury.

Penyanyi yang dilahirkan dengan nama Farrokh Bulsara ini tak hanya meninggalkan karya-karya abadi yang membekas di hati jutaan pendengar namun juga kisah soal betapa tangguhnya ia menaklukkan medan hiburan betapapun empat identitas marjinal ia sandang.

Freddie yang berstatus seorang imigran dari Zanzibar, dilahirkan dari keluarga penganut Zoroaster, orientasinya sebagai seorang gay, dan empat gigi depan yang sempat membuatnya krisis percaya diri bukanlah syarat yang mudah diterima industri hiburan keras macam Inggris yang pernah melahirkan band legendaris macam The Beatles dan Rolling Stones.

Namun stigma itu berhasil ditepis Freddie, bakat dan kerja kerasnya membuat ia sanggup menaklukkan Inggris, dan membius jutaan penonton di stadion, kala Queen berlaga di medan konser.

Untuk mengenang karya-karya terbaik Freddie dan demam Queen hari ini, Guideku.com mengajak sobat traveler berjalan-jalan mengunjungi tanah kelahiran sang vokalis, Stone Town di Zanzibar, Afrika.

Stone Town merupakan potret kota yang sanggup memadukan beragam agama, etnis dan budaya sekaligus.

(Wikimedia Lijiazhen)
(Wikimedia Lijiazhen)

Saat menyambangi kota ini, kita akan dijajakan bangunan-bangunan kuno dengan gaya arsitektur Afrika, Arab, India dan Afrika yang begitu memesona.

Di Stone Town pula kita dapat melihat gereja, candi dan masjid berdiri secara berdekatan.

Sementara di kawasan pesisirnya yang menghadap Samudera Hindia, kita dapat menyaksikan matahari terbenam dengan begitu eloknya. 

(Wikimedia Bakersville)
(Wikimedia Bakersville)

Sobat traveler juga dapat menyimak bangunan-bangunan abad 16 macam St. Joseph's Roman Catholic Cathedral, Palace Museum, Malindi Bamnara Mosque, Old Dispensary, dan Shiv Shakti Temple.

Untuk kamu penggemar Queen, di Stone Town kita juga dapat menziarahi rumah yang konon dahulu ditempati oleh Freddie Mercury.

Mercury House ( Trip Advisor)
Mercury House ( Trip Advisor)

Bahkan operator perjalanan setempat juga menjajakan paket wisata Freddie Mercury Tour yang akan membawa wisatawan berkeliling menyisir tempat-tempat yang pernah dikunjungi Freddie Mercury semasa kecil.

Gimana, tertarik memasukkan Stone Town dalam list perjalananmu?

Berita Terkait

Berita Terkini