Aneh Tapi Nyata, Masinis Ini Tuntut Haknya untuk Mempertahankan Jenggot

Jenggot juga hak asasi manusia

Galih Priatmojo | Amertiya Saraswati
Minggu, 20 Januari 2019 | 12:00 WIB
Ilustrasi Masinis (Unsplah/bantersnaps)

Ilustrasi Masinis (Unsplah/bantersnaps)

Guideku.com - Dikenal sebagai negara yang tertib dan disiplin, Jepang punya berbagai macam aturan terkait dengan pekerjaan. Namun, percaya atau tidak, salah satu aturan tersebut dijamin bakal bikin kamu geleng-geleng kepala.

Dihimpun Guideku.com dari laman Sora News 24, diketahui bahwa Biro Transportasi di Osaka punya aturan bahwa masinis subway dilarang berjenggot.

Akibat aturan ini, seorang masinis berjenggot yang bernama Eiji Kono pun menjadi korban. Pasalnya, Kono terus mendapat nilai jelek saat eveluasi kinerjanya.

''Dalam evaluasi terakhirku, aku dinilai rendah karena aku berjenggot, kan?'' tanya Kono memastikan.

Siapa sangka, dugaan Kono tersebut ternyata benar. Manajer Sumber Daya Manusia yang menilainya berkata, ''Kau gagal mengikuti standar kebersihan personal. Kami tak punya pilihan selain memberi nilai jelek.''

Ilustrasi Jenggot (Pixabay/Olichel)
Ilustrasi Jenggot (Pixabay/Olichel)

 

Akibat insiden ini, Kono pun memutuskan untuk balik menuntut Biro Transportasi di Osaka pada tahun 2015 silam. Kini, setelah 3 tahun lebih lamanya, Kono pun berhasil memenangkan tuntutannya.

Baca Juga: Wow! Korea Utara Sulap Tempat Peluncuran Misil Jadi Resort Eksotis

Aturan untuk tidak berjenggot ini sendiri sebenarnya ada agar karyawan yang bekerja untuk publik terlihat memiliki tampilan yang bersih dan tidak mengintimidasi.

Meski begitu, hakim menyatakan bahwa jenggot adalah bagian dari ''kebebasan personal'' sehingga menyuruh seseorang mencukurnya adalah ilegal.

Tak hanya itu, Kono pun akhirnya menerima kompensasi dari Biro Transportasi Osaka sebesar 440.000 yen atau sekitar 56 juta rupiah karena insiden ini.

''Jenggotku adalah cara mengekspresikan diriku. Jika aku mencukurnya, maka aku bukan diriku lagi,'' ucap Kono setelah berhasil memenangkan tuntutannya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB