Travel

Udang Keramat di Buton, Berani Bawa Pulang Kena Malapetaka

Beragam mitos menyelimuti fenomena udang keramat tersebut.

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Ilustrasi (Pixabay Basuka)
Ilustrasi (Pixabay Basuka)

Guideku.com - Bertolak 50 kilometer dari pusat Kota Pasarwajo, Danau Udang Merah membentang di sekitar kawasan Pantai Koguna.

Danau keramat berukuran 70 x 25 meter ini merupakan rumah bagi ratusan udang merah yang berkembang biak secara alami di danau tersebut.

Bukan sembarang hewan, udang merah dalam danau itu begitu disakralkan warga. Bahkan para pengunjung dilarang berenang dan membawa pulang udang merah jika tak ingin dirundung malapetaka.

(Instagram Instahaccihacci)
(Instagram Instahaccihacci)

 

Sejak ditemukan tahun 1971, danau unik yang terletak di Desa Mopano, Kecamatan Lasalimo Selatan, Buton ini memancing minat banyak wisatawan dan peneliti yang ingin lebih mendalami seluk beluk udang keramat.

Beberapa mitos yang beredar di kalangan warga menyebut kawanan udang merah itu merupakan jelmaan tentara Kerajaan Buton yang dikutuk.

Sementara sejumlah sumber lainnya mengatakan udang merah muncul sebab titah Raja Buton yang kelaparan saat melarikan diri bersama tentaranya ke danau keramat.

Berita Terkini