Travel

Cuitan Maskapai Ini Kena Protes Warganet, Duh Kenapa Ya?

Maskapai KLM baru-baru ini jadi sorotan usai tulis cuitan di Twitter seperti ini.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

KLM Royal Dutch Airlines. (Pixabay/Jackma34)
KLM Royal Dutch Airlines. (Pixabay/Jackma34)

Guideku.com - Belum lama ini maskapai Belanda KLM mendapat cibiran dari warganet usai mengunggah cuitan lewat Twitter.

Usut punya usut, Selasa (16/7/19) kemarin, akun resmi Twitter @KLMIndia mengeluarkan cuitan tentang posisi bangku pesawat yang aman.

Lewat cuitannya tersebut, mereka mengatakan bahwa bangku di tengah sangat rawan bila terjadi kecelakaan.

"Berdasarkan study dari Time, tingkat kematian penumpang yang duduk di area tengah pesawat paling tinggi. Tapi tingkat kematian penumpang yang duduk di depan punya lebih sedikit risiko. Minim lagi jika seseorang duduk di bagian belakang," tulis @KLMIndia.

Cuitan @KLMIndia tersebut turut disertai ilustrasi bangku pesawat dan keterangan bahwa bangku belakang merupakan tempat yang paling aman untuk para penumpang.

Alhasil, dalam waktu singkat, unggahan @KLMIndia ini mendapatkan beragam kritik dari warganet.

Banyak yang berpendapat bahwa KLM tidak serius menanggapi resiko kematian penumpang saat naik pesawat.

Saat dilihat Suara.com, Sabtu (20/7/19) kembali, cuitan @KLMIndia tersebut telah dihapus.

Tak dijelaskan pula mengapa tingkat kematian di bangku pesawat tengah paling berbahaya.

Akhirnya, pihak @KLMIndia meminta maaf atas statement mereka yang sudah dihapus.

Permohonan maaf KLM India. (Twitter/@KLMIndia)
Permohonan maaf KLM India. (Twitter/@KLMIndia)

 

Mereka menjelaskan bahwa cuitan tersebut berdasarkan pada fakta dunia penerbangan dan tidak mewakili maskapai KLM.

"Unggahan tim India hanya menurut fakta dunia penerbangan, bukan opini dari KLM," ungkap Marvel Vrijenhoek juru bicara maskapai KLM kepada USA Today.

Maskapai KLM juga telah meminta maaf atas perseteruan yang ada akibat cuitan salah satu anak buahnya.

Mereka berjanji akan mengevaluasi protokol Twitter mereka untuk konten-konten yang lebih baik di kemudian hari.

Berita Terkait

Berita Terkini