Travel

Jadi Inspirasi Film Frozen, Desa di Austria Kebanjiran Turis

Sejak dipopulerkan dalam film Frozen, warga desa ini mengaku kewalahan menghadapi turis.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Hallstatt, Austria (Pixabay/vined)
Hallstatt, Austria (Pixabay/vined)

Guideku.com - Salah satu film animasi yang digemari oleh penonton dari berbagai kalangan usia adalah Frozen dari rumah produksi Disney.

Bukan cuma film pertamanya, sekuelnya Frozen 2 pun ramai diserbu penggemar tak terkecuali di Indonesia.

Karena popularitas film ini, sebuah desa kecil di Austria yang bernama Hallstatt pun ikut terdampak. Pasalnya, Hallstatt merupakan desa yang menginspirasi kota Arendelle di film Frozen.

Dihimpun dari Fox News, Hallstatt sebelumnya sudah dikenal memiliki suasana bak dunia dongeng. Kota ini bahkan disebut sebagai kota paling instagrammable di dunia.

Namun, dengan populernya film Frozen, turis yang berkunjung ke Hallstatt pun makin bertambah. Akibatnya, walikota dan warga setempat kewalahan.

Hallstatt, Austria (instagram.com/visithallstatt)
Hallstatt, Austria (instagram.com/visithallstatt)

Sebagai desa yang terletak di tepi danau dan dikelilingi pegunungan, Hallstatt memiliki populasi penduduk 800 jiwa saja.

Namun, jumlah turis yang berkunjung ke Hallstatt per harinya dapat mencapai 10.000 orang.

Jika dibandingkan dengan Venesia yang terkenal ramai, Hallstatt mendapatkan enam kali lebih banyak jumlah turis per kapita.

Desa cantik di Pegunungan Salzkammergut ini sendiri juga sudah dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Tak cuma turis yang hobi selfie, desa ini juga digemari oleh pasangan yang hendak foto prewedding hingga fotografer yang menggunakan drone.

Hallstatt, Austria (instagram.com/visithallstatt)
Hallstatt, Austria (instagram.com/visithallstatt)

"Hallstatt merupakan bagian penting dari sejarah dan budaya, bukan merupakan sebuah museum. Kami ingin mengurangi jumlah turis paling tidak sepertiganya tapi kami tidak punya cara menghentikan mereka," ujar walikota Alexander Scheutz.

Di sisi lain, aktivitas turis di Hallstatt memang telah membawa keuntungan di bidang bisnis serta pendanaan untuk sekolah.

Namun, isu seperti sampah, aktivitas drone yang mengganggu, dan harga barang-barang yang naik telah meresahkan warga lokal.

"Warga merasa jika mereka tinggal di taman bermain," tulis media The Guardian. "Pada bulan November, kebakaran menghancurkan dermaga, tapi turis masih datang."

Hingga kini, walikota Hallstatt sendiri masih mencari cara untuk mengurangi jumlah bus turis yang menuju ke Hallstatt demi mempertahankan keindahan kota paling instagrammable di dunia ini.

Berita Terkait

Berita Terkini