Travel

Lawan Virus Corona, Pesawat ke China Tak Sediakan Makanan hingga Selimut

Sebagai langkah antisipasi, banyak maskapai menuju China yang sepakat mengurangi fasilitas dalam pesawat.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi penumpang pesawat (Unsplash/chosyeon)
Ilustrasi penumpang pesawat (Unsplash/chosyeon)

Guideku.com - Banyak langkah ditempuh untuk mencegah virus Corona atau 2019-CoV agar tidak menyebar luas.

Demi melindungi penumpang pesawat, beberapa maskapai dengan penerbangan ke China pun memutuskan untuk mengurangi fasilitas yang diberikan.

Hal ini bukan tanpa alasan. Dilansir dari laman Reuters seperti diberitakan Asia One, pengurangan fasilitas ini dilakukan untuk mengurangi kontak antar manusia.

Salah satu maskapai yang melakukan hal tersebut adalah China Airlines. Maskapai ini menyarankan agar penumpang membawa botol air mereka sendiri dan menggunakan peralatan sekali pakai.

Sementara, Mandarin Airlines memutuskan untuk tidak menyajikan makanan hangat di pesawat dan mengganti taplak hingga serbet dengan tisu.

Ilustasi kabin pesawat. (Pixabay)
Ilustasi kabin pesawat. (Pixabay)

Benda-benda lain yang tak lagi diberikan kepada penumpang adalah selimut, bantal, handuk, serta majalah dan koran.

Sementara, minuman dan headphone sekali pakai hanya akan diberikan jika ada yang meminta.

"Kantong di belakang kursi hanya akan berisi kartu instruksi keselamatan dan kantong muntah," ujar perwakilan Tigerair Taiwan.

Tak cuma maskapai asal Negeri Tirai Bambu, maskapai seperti Thai Airways juga menyemprotkan cairan disinfektan pada kabin dan kokpit untuk pesawat yang baru saja datang dari China atau destinasi berisiko lain.

"Karena kami memiliki layanan hiburan dalam pesawat, itu artinya layar LCD disentuh setiap waktu. Jadi kami benar-benar membersihkan setiap pesawat sebelum penerbangan," ujar Thai Airways.

Selain maskapai-maskapai di atas, beberapa maskapai besar dunia lainnya juga mengambil langkah untuk membatasi penyebaran virus corona. Beberapa maskapai seperti Air Seoul malah telah mengambil langkah tegas dengan membatalkan semua penerbangan menuju China.

Berita Terkait

Berita Terkini