Food

Bangga, Desa di Indonesia Ini Punya Kebun Nanas Terbesar di Dunia

Produksi nanas di sini sekitar 18 ton per hari.

Dany Garjito

Ilustrasi nanas. (Unsplash/Heather Schwartz)
Ilustrasi nanas. (Unsplash/Heather Schwartz)

Guideku.com - Mungkin kamu nggak bakal nyangka kalau kebun nanas terbesar di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Desa Onan Runggu 1, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara.

Desa Onan Runggu 1 lokasi ini dapat ditempuh sekitar 40 menit dari Bandara Internasional Silangit. Kamu bisa mendapatkan banyak pengalaman seru saat liburan di sana.

''Tren wisatawan dunia sekarang back to nature. Cari experience baru yang tidak bisa didapatkan di negaranya,'' tutur Krisanti Kurniawan, inspire travel and tourism learning center yang membantu Tim Percepatan Wisata Sejarah Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar, Kamis (18/10/2018), seperti dilansir Guideku.com dari Suara.com.

Untuk Toba and Beyond, ada di Desa Onan Runggu 1, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara. Paketnya komplet, dari nanas sampai air panas alami ada di sana.

Panorama perbukitan di sini juga tak kalah dengan Ubud, Bali. Ada hutan pinus, kebun nanas yang sangat luas, dan masyarakat yang ramah penuh senyum. Orang yang super cuek sekalipun, dijamin bakal ceria.

''Ini sangat layak dijual. Di sini wisatawan bisa dilepas di kebun nanas terluas di dunia. Bebas memilih areanya. Petani nanas juga bakal setia mendampingi untuk memotong nanas dan mengajari cara makan nanas dengan sendok tradisional yang dibuat dari pohon di sekitar kebon nanas,'' timpal tourism consultant dari Kemenpar, Mian Simanjuntak.

Dengan menggabungkan konsep agrowisata, Desa Onan Runggu 1, diyakini bisa bernapas panjang. Apalagi di sekitar perkebunan nanas sudah ada 15 homestay yang siap menerima tamu.

Kebun nanas di Desa Onan Runggu 1, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara. (Dok: Kemenpar)
Kebun nanas di Desa Onan Runggu 1, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara. (Dok: Kemenpar)

 

''Produksi nanas di Onan Runggu 1 sekitar 18 ton per hari. Modalnya sudah sangat kuat. Di kejauhan mata memandang, wisatawan bisa melihat Gunung Martimbang. Ini gunung tertinggi yang dimiliki Tapanuli Utara. Konon menjadi sumber air panas dan belerang di Sipoholon. Tinggal kasih pendampingan. Pelatihan cara menerima tamu yang baik. Hasilnya pasti bakal bagus,'' ujarnya lagi.

Wisatanya diarahkan ke konsep yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Tamu diajak menyatu dengan alam, melihat dan merasakan langsung sensasi memetik nanas, serta merasakan nikmatnya mengonsumsi nanas super manis yang hanya bisa ditemukan di Onan Runggu 1.

Mian menambahkan bahwa, panen nanas jadi bisa dibantu wisatawan. Buah yang busuk bisa dikurangi. Dan yang terpenting, ada impact ekonomi untuk masyarakat, karena petani tak perlu menjual murah nanasnya kepada tengkulak.

Destinasi yang baru dibangun ini bisa menjadi inkubator untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat creative values sekaligus commercial values. Petani diajak mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia, sekaligus belajar bisnis, menciptakan peluang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman jadi makin bersemangat. Apalagi, Onanrunggu 1, masuk ke dalam radar paket Wonderful Huba Toba 4 hari 3 malam.

''Ini juga bisa mengasah petani nanas untuk terus berkreasi, berinovasi, mengikuti selera zaman yang makin cepat bergerak,'' terang Dadang.

''Yang bisa diangkat banyak. Selain agrowisata, ada destinasi digital nature serta homestay yang bisa ikut terangkat,'' timpal Lokot Ahmad Enda, Asdep Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar, yang diamini Wijanarko, Kepala Bidang Destinasi Area I - Asdep Pengembangan Destinasi Regional I.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya langsung melayangkan emoji tiga jempol. Dia menilai, Onan Runggu 1 dan paket Wonderful Huta Tobanya sudah punya modal dasar yang sangat oke. Ada perkebunan nanas terluas di dunia yang bisa disinggahi wisatawan dari negeri tetangga, serta panorama alam perbukitan yang mempesona.

Arief Yahya mengatakan bahwa, planet/alam, people/masyarakat dan prosperity/kesejahteraan yang disebut 3P harus diperhatikan. Ini rumus pengembangan pariwisata yang terbaik. Ingat, semakin dilestarikan, akan semakin menyejahterakan.

Menteri Pariwisata ini juga menambahkan, wisatawan zaman now tidak hanya sekadar berkunjung ke destinasi, tapi juga terlibat menjaga lingkungan, budaya, juga berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Travel, enjoy, respect!

SUARA.com/Fabiola Febrinastri

Artikel ini sudah dimuat di SUARA.com dengan judul: Desa Onan Rungu 1, Ini Kebun Nanas Terbesar di Dunia!

Berita Terkait

Berita Terkini