Travel

Bawa Obat-obatan Pribadi, Turis Ini Malah Dipenjara Setahun Lebih

Negara yang dikunjunginya punya aturan super ketat

Galih Priatmojo | Amertiya Saraswati

Ilustrasi penjara. (Unsplash/Ye Jinghan)
Ilustrasi penjara. (Unsplash/Ye Jinghan)

Guideku.com - Beberapa negara memang punya aturan ketat soal apa yang boleh dibawa masuk dan keluar dari suatu negara. Salah satunya adalah Mesir, yang rupanya pernah menangkap seorang traveler akibat membawa obat-obatan pribadi.

Ya, layaknya traveler lain, Laura Plummer adalah seorang perempuan asal Inggris yang saat itu membawa obat-obatan pribadi di dalam tasnya.

Dihimpun dari laman The Travel, obat yang dibawanya tersebut merupakan obat pereda nyeri yang ditujukan bagi sakit punggung suaminya.

Nahas, Laura malah dihentikan petugas keamanan di bandara Hurghada dan penjelasannya tidak diterima.

Ilustrasi Obat Pereda Nyeri (Pixabay/stevepb)
Ilustrasi Obat Pereda Nyeri (Pixabay/stevepb)

Usut punya usut, Mesir memang punya aturan ketat soal obat pereda nyeri. Di sana, obat pereda nyeri merupakan sesuatu yang penggunaannya dikontrol dan tak bisa sembarang dibeli.

Insiden ini sendiri terjadi pada Desember 2017 silam, dan hal tersebut membuat Laura Plummer terpaksa berakhir di penjara Mesir.

Parahnya lagi, saat sedang menjalani sidang, terjadi mistranslasi yang mengakibatkan Laura dikira benar-benar menyelundupkan obat-obatan terlarang. Duh!

Akibat insiden ini, Laura pun berakhir ditahan selama lebih dari setahun atau sekitar 13 bulan lamanya. Untung saja, saat ini Laura sudah dibebaskan.

Berita Terkait

Berita Terkini