Travel

Dianggap Kelamaan Buang Air, Pintu Toilet Pesawat Dibuka Paksa Pramugara

Padahal sang penumpang baru di dalam toilet selama kurang dari 10 menit.

Angga Roni Priambodo | Arendya Nariswari

Maskapai penerbangan easyJet. (Pixabay/Imagii)
Maskapai penerbangan easyJet. (Pixabay/Imagii)

Guideku.com - Biasanya travelers yang sedang mengudara selama berjam-jam, tak nyaman rasanya jika belum pergi ke toilet pesawat.

Tapi apa jadinya jika ada seorang pramugara mencoba membuka paksa toilet yang sedang digunakan? Tentunya sangat menyebalkan bukan?

Kejadian tak mengenakan ini dialami seorang penumpang maskapai penerbangan easyJet bernama Adil Kayami.

Dilansir Guideku.com dari laman Telegraph, pintu toilet yang dipakai Adil dibuka paksa oleh seorang pramugara.

Pramugara membuka paksa pintu toilet pesawat karena Adil dianggap terlalu lama buang air.

Pada waktu itu Adil sedang dalam perjalanan penerbangan dari Marrakesh menuju Manchester, Inggris.

Di tengah perjalanan malam hari, Adil mendadak ingin buang air dan segera bergegas menuju toilet.

Saat berada di toilet, Adil merasa ada seseorang mengetuk pintu.

Tak lama berselang, mendadak kunci pintu toilet pesawat dibuka paksa oleh seorang pramugara dari luar.

Etika Memakai Toilet di Negara Lain (Pixabay)
Ilustrasi toilet (Pixabay)

''Saya benar-benar masih duduk di toilet dan terekspose. Saya kemudian berteriak menyuruhnya keluar, dan dia langsung menutup pintu,'' ungkap Adil.

Usai kejadian itu, Adil merasa bahwa privacy-nya diganggu oleh pihak maskapai penerbangan.

Adil juga berkata bahwa dirinya hanya berada di dalam toilet pesawat selama kurang dari 10 menit.

Pihak maskapai penerbangan mengatakan bahwa tindakan mereka terhadap Adil semata-mata sebagai bentuk pengamanan.

Mereka khawatir apabila terjadi apa-apa pada penumpang karena berada di dalam toilet terlalu lama.

Adil merasa kalau tindakan pramugara tersebut adalah bentuk rasisme karena dirinya berdarah Pakistan dan beragama muslim.

Karena kejadian tersebut, pihak maskapai penerbangan mengajukan permintaan maaf dan memberikan Adil 500 poundsterling atau setara dengan Rp 9, 5 juta.

Tapi tetap saja, Adil menolak mentah-mentah pemberian maskapai penerbangan tersebut.

Maskapai penerbangan easyJet. (Pixabay/Photographer2575)
Maskapai penerbangan easyJet. (Pixabay/Photographer2575)

''Saya merasa kehormatan saya dinodai, itu lebih penting dibandingkan uang,'' ungkap Adil.

Penumpang pria ini menginginkan pramugara yang membuka pintu toilet tersebut meminta maaf langsung kepada dirinya.

Sayang, lagi-lagi pihak maskapai penerbangan berkilah jika tindakan tersebut adalah standar prosedur keselamatan dalam pesawat.

''Prosedur tersebut ada untuk memastikan keselamatan penumpang, termasuk di toilet,'' sebut perwakilan maskapai penerbangan easyJet.

''Tak ada bukti jika ini adalah tindakan rasisme,'' imbuhnya.

Wah, semoga kejadian pramugara buka paksa toilet pesawat ini tak terulang kembali ya, travelers.

Berita Terkait

Berita Terkini