Travel

Tak Lagi Punya 'Mahkota', Ini Kisah Haru Pramugari Kena Penyakit Langka

Dia menolak untuk didefinisikan sesuai standar kecantikan pramugari pada umumnya.

Galih Priatmojo | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Pramugari (Pinterest)
Ilustrasi Pramugari (Pinterest)

Guideku.com - Bukan rahasia lagi jika melakoni profesi pramugari itu jauh dari kata mudah. Mulai dari pelatihan hingga berbagai macam standar, seorang pramugari senantiasa dituntut untuk tampil sempurna.

Salah satu standar yang selama ini kita anggap melekat dengan pramugari adalah standar kecantikan. Ya, tak bisa dipungkiri, pramugari identik dengan sosok perempuan yang cantik, jago make-up, memiliki tatanan rambut sempurna, dan berbadan langsing.

Meski begitu, seorang pramugari bernama Rima Theisen berhasil membuktikan jika standar kecantikan pramugari tak berlaku untuknya.

Dirangkum dari laman Metro, pramugari yang sudah 15 tahun bekerja di maskapai Virgin Atlantic ini punya kondisi langka yang mengakibatkannya kehilangan rambut.

Dinamai syndrome alopecia universalis, penyakit langka ini mengakibatkan Rima Theisen kehilangan seluruh rambut di kepala, tangan, bahkan rambut di wajah seperti alis dan bulu mata.

Rima Theisen, pramugari yang kehilangan rambutnya (facebook.com/Rima Theisen)
Rima Theisen, pramugari yang kehilangan rambutnya (facebook.com/Rima Theisen)

Awalnya, Rima mulai mengalami kondisi ini setelah dia melahirkan anaknya tahun lalu.

Rima sendiri saat itu tak curiga, mengira jika dia hanya mengalami depresi postpartum. Namun, setelah beberapa saat, kerontokan rambutnya tak kunjung berhenti.

Dia pun sempat menjalani beberapa pemeriksaan, sampai akhirnya seorang dermatologis memvonis Rima Theisen dengan penyakit alopecia. Saat itu, Rima sudah memutuskan untuk mencukur semua rambutnya tanpa kecuali.

Hal ini dia lakukan karena Rima tak mau merasa depresi melihat rambut rontok yang tak kunjung berhenti.

Kehilangan rambut juga tak membuat Rima malu untuk kembali bekerja. Ketika cuti melahirkannya usai, Rima kembali bergabung dengan Virgin Atlantic dengan percaya diri.

"Ketika aku kembali bekerja dengan kepala dicukur, aku bilang pada manajerku inilah yang terjadi dan aku akan tetap bekerja," ujar Rima.

"Banyak orang bertanya apakah aku menjalani kemoterapi atau sakit, dan aku memberitahu mereka kondisiku. Aku senang dapat meningkatkan kesadaran soal ini."

Rima Theisen sebelum kehilangan rambutnya (facebook.com/Rima Theisen)
Rima Theisen sebelum kehilangan rambutnya (facebook.com/Rima Theisen)

Ketika ditanya apakah Rima mengalami masalah dengan maskapainya, dia pun menjawab jika dia tidak pernah diperlakukan berbeda.

Rima juga memilih untuk tidak memakai wig saat bekerja, lantaran hal itu membuatnya tidak nyaman.

"Beberapa orang bertanya apakah Virgin tidak menyuruhku memakai wig dan aku menjawab 'mereka tidak bisa melakukan itu, mereka tidak bisa mendiskriminasiku karena kondisi kesehatan," cerita Rima.

Bahkan, terlepas dari kondisinya, Rima pun mengakui jika dia tetap profesional dan menerima banyak pujian dari penumpang.

"Ketahuilah jika kamu tetap orang yang sama meski tanpa rambut," ujar Rima untuk orang-orang yang punya kondisi serupa. "Begitu kamu belajar untuk melangkah maju, kamu akan berlajar untuk menerima dan menjadi seseorang yang baru."

Berita Terkait

Berita Terkini