Travel

Tradisi Runcingkan Gigi, Cantik yang Paripurna ala Wanita Suku Bagobo

Ketika gigi runcing merepresentasikan kecantikan yang hakiki.

Angga Roni Priambodo | Aditya Prasanda

Ilustrasi gigi. (Pixabay/Kjerstin_Michaela)
Ilustrasi gigi. (Pixabay/Kjerstin_Michaela)

Guideku.com - Bagi wanita Suku Bagobo di Mindano, Filipina, kecantikan seseorang tak diukur dari seberapa ramping tubuh maupun putih kulitnya. Melainkan, seberapa runcing gigi yang mereka miliki.

Di Mindano, wanita yang dilabeli predikat cantik merupakan mereka yang memiliki gigi paling runcing. Bahkan tak jarang, penampakannya mudah mengingatkan kita pada sosok drakula.

Untuk dapat memiliki gigi runcing pun bukanlah perkara mudah, sebab para wanita Suku Bagobo harus melewati tahap yang panjang dan menyakitkan.

Demi memperoleh gigi runcing dengan ketajaman sempurna, gigi mereka akan dipahat menggunakan besi yang diasah tajam, dan diketuk menggunakan kayu maupun bambu.

Setelah runcing, gigi para wanita Suku Bagobo akan diwarnai hitam menggunakan bahan alami macam bubuk ekstrak dari pohon almond hingga arang bambu.

Uniknya, wanita yang tengah melangsungkan proses meruncingkan gigi juga tidak boleh menghadiri pemakaman, minum air, hingga mengunyah makanan bercita rasa asam, sebab konon bila pantangan tersebut dilanggar dapat memengaruhi warna gigi mereka.

(Wikimedia Commons Public Domain)
(Wikimedia Commons Public Domain)

 

Di Indonesia, tradisi meruncingkan gigi juga dilakukan wanita penghuni asli Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Seperti halnya Suku Bagobo, wanita Mentawai meyakini meruncingkan gigi dapat meningkatkan daya tarik mereka di hadapan lawan jenis.

Berita Terkait

Berita Terkini