Travel

Honeymoon Gagal, Pasangan Ini Terpaksa Berpisah Karena Virus Corona

Akibat virus corona, ribuan orang kini masih dikarantina di atas kapal pesiar di Jepang.

Rendy Adrikni Sadikin | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Kapal Pesiar. (pixabay.com/susannp4)
Ilustrasi Kapal Pesiar. (pixabay.com/susannp4)

Guideku.com - Demi mencegah penyebaran virus corona, sebuah kapal pesiar bernama Diamond Princess kini tengah dikarantina di lepas pantai Yokohama, Jepang.

Akibatnya, ribuan penumpang pun terjebak di sana sementara menunggu pemeriksaan dan masa karantina berakhir.

Kabar terbaru sendiri menyebutkan jika setidaknya ada 61 orang penumpang yang sudah positif terjangkit virus corona.

Para penumpang yang positif virus corona ini lantas diturunkan untuk dibawa ke fasilitas medis dan mendapatkan perawatan.

Salah satunya adalah seorang laki-laki yang seharusnya sedang dalam masa bulan madu bersama istrinya. Dilansir dari laman NY Post, kisah suami-istri ini dibeberkan oleh penumpang lain bernama David Abel.

David Abel sendiri adalah penumpang asal Inggris yang sedang liburan dengan istrinya di kapal Diamond Princess. Lewat Facebook, pria berumur 74 tahun ini rajin membagikan perkembangan terbaru.

Curhat Penumpang di Kapal Pesiar yang Dikarantina (facebook.com/David Abel)
Curhat Penumpang di Kapal Pesiar yang Dikarantina (facebook.com/David Abel)

Salah satunya adalah kisah mengenai seorang teman di kapal pesiar yang sedang bulan madu, tapi kini terpaksa berpisah dari istrinya karena positif mengidap virus corona.

"Dia akan dibawa ke fasilitas medis, dan istrinya harus tetap tinggal di kapal. Itu akan menjadi sangat, sangat, sangat berat," ujar David Abel. "Itu pasti sangat mengerikan. Aku tidak bisa membayangkan rasanya menjadi mereka."

Selain kisah pasangan suami-istri yang terpaksa dipisahkan ini, David Abel juga membagikan situasi selama diisolasi.

"Penumpang di dalam kabin kecil tidak memiliki jendela, sinar matahari, dan udara segar... tapi kapten telah mengumumkan bahwa penumpang bisa ke dek terbuka untuk olahraga dan mencari udara segar."

"Jika diizinkan, kami harus memakai masker di luar. Kami juga harus menjaga jarak satu meter dari orang lain dan tidak boleh berkumpul dalam kelompok."

"Semua kemewahan telah hilang. Kami harus menjaga kebersihan kamar kami sendiri sekarang," imbuhnya.

Berita Terkait

Berita Terkini