Travel

Virus Corona, KBRI Korea Selatan Himbau Turis RI Tunda Liburan ke Daegu

Belakangan diketahui jumlah pasien virus corona covid-19 di Korea Selatan terus meningkat.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Arendya Nariswari

Ilustrasi penyebaran virus corona. (Pixabay/Gerd Altmann)
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Pixabay/Gerd Altmann)

Guideku.com - Belakangan, publik kembali dikejutkan dengan melonjaknya pasien virus corona covid-19 yang melanda Kota Daegu, Korea Selatan.

Bak kota hantu, seluruh penduduk kota Daegu dan Cheongdo diminta untuk tidak meninggalkan rumah mereka demi menghindari virus corona covid-19 ini.

Dikutip Guideku.com dari Suara.com, Minggu (23/2/2020) Perdana Menteri Chung Sye Kyun bahkan secara resmi menyatakan Kota Daegu dan Cheongdo sebagai Zona Perawatan Spesial.

Tentu saja, menanggapi hal tersebut, KBRI Seoul Korea Selatan segera memberikan himbauan kepada warga Indonesia agar menunda liburan mereka ke Negeri Gingseng. Mengingat bahwa jarak kota Daegu ini kurang lebih 278 kilometer dari Seoul.

KBRI Seoul himbau WNI untuk tunda liburan ke Korea Selatan. (Twitter/@IdEmbassy_Seoul)
KBRI Seoul himbau WNI untuk tunda liburan ke Korea Selatan. (Twitter/@IdEmbassy_Seoul)

 

"Bagi wisatawan Indonesia, disarankan menunda dulu kunjungan ke Daegu dan sekitarnya hingga penyebaran virus telah selesai dan tertangani dengan baik. Jaga kesehatan ya! Lindungi diri dan keluarga tercinta dari bahaya virus novel corona" tulis akun Twitter resmi @IdEmbassy_Seoul.

KBRI Korea Selatan juga menyebutkan bahwa WNI di wilayah Daegu tak perlu panik, lalu menyarankan untuk selalu menjaga kesehatan, kebersihan, menggunakan masker serta hand sanitizer.

"Jangan lupa terapkan pola hidup bersih, mengikuti perkembangan tentang virus corona covid-19 di wilayah sekitar dan mengikuti arahan pemerintah setempat," imbuh KBRI Korea Selatan.

Hingga kini, tercatat jumlah kasus positif virus corona covid-19 di Korea Selatan telah mencapai 346 orang. Hal ini menyebabkan Korea Selatan menjadi negara terbanyak kasus virus corona covid-19 di luar China.

Berita Terkait

Berita Terkini