Travel

Pemanasan Global jadi Momok Bagi Situs Warisan Dunia UNESCO, Mengapa?

Zaman bergerak mengancam kekayaan sejarah.

Dany Garjito | Aditya Prasanda

(Wikimedia Toby Hudson)
(Wikimedia Toby Hudson)

Guideku.com - Kabar buruk mengenai melelehnya salju abadi di Puncak Jaya Pegunungan Jayawijaya, menggenangnya banjir di Venesia dan memudarnya terumbu karang di Great Barrier Australia dalam beberapa tahun belakangan menyiratkan dampak mengerikan pemanasan global.

Kabar buruk ini juga mengancam ribuan Situs Warisan Dunia UNESCO yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

(Pixabay Marhalsk)
(Pixabay Marhalsk)

 

Di Pulau Paskah, patung-patung misterius terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut di Samudera Pasifik.

Sementara di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat, dampak pergeseran iklim menyebabkan musim dingin singkat terjadi, permukaan danau menyusut, aliran sungai mendadak hangat, dan kebakaran hutan tak terelakkan.

Dampak buruk perubahan iklim ini juga menyerang Kepulauan Galapagos di Ekuador.

Jika kondisi ini tidak disiasati segera, tak menutup kemungkinan situs-situs tersebut terancam punah.

Laporan Lembaga Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mencatat hari ini sekitar 241 Situs Warisan Dunia UNESCO terancam dampak buruk perubahan iklim.

''Jika perubahan iklim ini tak lantas kita sikapi, entah bagaimana nasib situs-situs dilindungi tersebut di masa depan,'' tegas direktur UNESCO, Mechtild Rossler seperti dikutip Guideku.com dari CNN Travel.

Berita Terkait

Berita Terkini