Turis China Lolos Pemeriksaan, Padahal Masa Inkubasi Virus Corona 14 Hari

Meskipun pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat detektor normal saat kedatangan. Hal ini bukan berarti tak seorang pun terinfeksi virus corona.

Dany Garjito
Senin, 27 Januari 2020 | 12:22 WIB
Ilustrasi pakai masker. (Pexels/Sunyu Kim)

Ilustrasi pakai masker. (Pexels/Sunyu Kim)

Guideku.com - 174 turis asal Kunming China yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman pada Minggu (26/1) mencuri atensi masyarakat di tengah wabah virus corona.

Masyarakat khawatir jika salah satu turis sedang terinfeksi virus corona dan justru akan menyebarkannya di Indonesia.

Terkait kekhawatiran tersebut, PR Marawa Corporate yang bekerjasama dengan Cocos Tour pun menjamin bahwa ratusan turis dari China itu tidak terjangkut virus corona.

Bahkan pihak otoritas bandara telah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan alat pemindai suhu tubuh dan pemeriksaan.

Hal ini pun turut menjadi perhatian dr Gia Pratama, Head of Emergency Room melalui akun Twitternya @GiaPratamaMD. Dokter Gia Pratama menegaskan bahwa masa inkubasi virus corona berkisar 7-14 hari.

Meskipun pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat detektor normal saat kedatangan. Hal ini bukan berarti tak seorang pun terinfeksi virus corona.

"Virus Corona masa inkubasinya 7-14 hari, kalau mengandalkan alat detektor demam di bandara, lalu karena ga demam, malah disambut sperti menyambut presiden, dengan bikin keramaian di bandara, ini ningkatin resiko bangett," tulisnya di Twitter.

Gia Pratama bahas masa inkubasi virus corona (Twitter/@GiaPratamaMD)
Gia Pratama bahas masa inkubasi virus corona (Twitter/@GiaPratamaMD)

Dilansir oleh BBC, masa inkubasi virus corona sekitar 14 hari pada manusia. Masa inkubasi adalah istilah medis untuk menunjukkan waktu antara hari pertama seseorang terinfeksi sampai akhirnya menunjukkan gejala awal.

Baca Juga: CEK FAKTA: Video Anak Disuapi Sop Berudu Terjangkit Virus Corona?

Jadi seseorang mungkin saja sudah terinfeksi virus corona, tetapi belum menunjukkan gejala awalnya. Sehingga mereka berisiko menularkan penyakitnya ke orang lain.

Hal ini semestinya menjadi perhatian semua orang mengenai perkembangan virus corona serta pencegahannya.

Berbeda dengan kasus SARS dan Ebola yang berisiko menular ketika gejala sudah muncul. Wabah seperti itu relatif lebih mudah dihentikan dan diidentifikasi.

Tetapi, menghentikan penyebaran penyakit menular tanpa gejala seperti vurs corona bukanlah hal mudah. Karena, seseorang berisiko menularkan virus sebelum mereka sakit.

Jadi, perhatikan masa inkubasi virus corona dan mungkinkan seseorang menyebarkan virus corona di negara lain sebelum mereka sakit.

SUARA.com/Shevinna Putti Anggraeni

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB